Pilot Project, PJB Aplikasikan Konsep RE-FORGE di PLTU Tembilahan

10 0

ISU.CO.ID, JAKARTA – Anak usaha PT PLN (Persero), yaitu PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) meluncurkan pilot project pertama yang mengostumisasi pengelolaan pembangkit dengan biaya pokok yang lebih kompetitif melalui Reliable And Efficient Powerplant Management (RE-FORGE), untuk pembangkit di bawah 50 Megawatt (MW). Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara menyampaikan, dengan diluncurkannya RE-FORGE, model bisnis pengelolaan unit pembangkit menjadi lebih terpusat dan tidak ada redundansi proses.

Baca Juga : Amankan pasokan listrik lebaran, Dirut PJB pastikan 35 pembangkit beroperasi penuh

Selain itu, analisa akan dilakukan secara terpusat oleh para ahli di bidang pembangkit sehingga analisa pun menjadi lebih akurat. “Berangkat dari hal inilah maka PT PJB menjadi yang pertama di Indonesia untuk menjawab tantangan tersebut melalui RE-FORGE. Sebuah konsep kustomisasi pengelolaan pembangkit untuk unit pembangkit dengan kapasitas yang relatif kecil (<50 MW) yang menjadi bagian dari Standardisasi Produk 2.0,” ujarnya lewat keterangan resminya, Senin (15/6).

Ia menjelaskan, konsep kustomisasi RE-FORGE selain mengefisiensikan proses bisnis yang kompleks, juga dapat mengoptimalkan kapabilitas SDM, dan menyederhanakan pola komunikasi antara PT PJB, PJB Services dan unit pembangkit menjadi lebih sederhana. Iwan menambahkan, RE-FORGE menjadi salah satu cara dalam menyelaraskan program dengan Strategic Inisiative Grand Strategy PT PJB yang akan diangkat selama lima tahun ke depan.

Di mana salah satunya merujuk pada rencana implementasi digitalisasi monitoring dan evaluasi untuk semua pembangkit PT PJB (existing dan UBJOM) dan IPP. Adapun untuk pengimplementasian RE-FORGE, PT PJB melaksanakan peresmian secara virtual untuk Go-Live RE-FORGE PLTU Tembilahan pada Jum’at (12/6) lalu.

Ke depannya, PLTU Tembilahan sebagai pilot project dari RE-FORGE ini akan menggunakan aplikasi Maximo sebuah aplikasi Enterprise Asset Management yang telah dikostumisasi sesuai dengan BMS RE-FORGE. Aplikasi Maximo sendiri sudah umum digunakan dalam Pembangkit Listrik namun kostumisasinya berbeda dengan RE-FORGE.

“Implementasi RE-FORGE akan memberikan bantuan terhadap pembangkit-pembangkit berkapasitas kecil terutama dalam meningkatkan keandalannya,” kata Wiluyo Kusdwiharto, Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PT PLN (Persero), Senin (15/6).

Jika tidak ada aral yang melintang, kata dia, ke depan PLTU Bangka, PLTU Belitung, PLTU Bolok, serta PLTU Ropa juga akan menjadi unit yang selanjutnya mengimplementasikan konsep RE-FORGE. RE-FORGE ini mengambil konsep waralaba yang berkembang di Indonesia.

Ke depannya, pemilik pembangkit tidak perlu mengurusi perancanaan, supervise enginering, sampai mengatur supply chain yang harus dilakukan. Karena hal-hal tersebut secara terpusat dan terkendali akan dilaksanakan oleh PT PJB.

“Tentunya hal ini dapat berdampak kepada lebih fokusnya pemilik pembangkit pada pengoperasional pembangkit saja, sehingga akan mengurangi jumlah SDM yang diperlukan dan akan berimbas kepada penghematan biaya jangka panjang,” ucapnya.

Sumber : PJB raih dua PROPER EMAS, Dirut PJB: Kami kelola lingkungan dengan baik

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *