PJB Sukses Uji Coba Co-Firing di Dua PLTU

15 0

ISU.CO.ID, JAKARTAPT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) berhasil melakukan uji coba Co-firing pada PLTU Anggrek, Gorontalo dan PLTU Tenayan, Pekanbaru.

“Co-firing PLTU adalah sebuah teknologi substitusi batu bara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan,” ujar Direktur Utama PT PJB, Iwan Agung Firstantara di Surabaya, Senin (29/6/2020).

Iwan menjelaskan, pada ujicoba Co-Firing di PLTU Anggrek pada 11 Juni 2020, digunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip dinilai memiliki kalori yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. Berasal dari kayu lamtoro, wood chip yang diujicobakan pada PLTU Anggrek mencapai 5 ton.

Sedangkan pada uji coba Co-firing di PLTU Tenayan pada 20-21 Juni 2020, digunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1 persen dan dioperasikan selama 8 jam.

Baca Juga : Ikut Jaga Kelestarian Lingkungan, PJB Implementasikan Co-Firing

Dari uji coba yang dilakukan, didapatkan hasil pengunaan biomassa sawdust brown fiber yang lebih efisien daripada penggunaan biomassa sebelumnya yang menggunakan cangkang kelapa sawit. Sisi operasional juga berjalan dengan lancer dan tanpa hambatan.

Menurut Iwan, PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang diujicobakan menggunakan 2 jenis biomassa yang berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacobakan co-firing menggunakan biomassa cangkang kelapa sawit pada tanggal 27-31 Januari 2020.

“Kami optimistis, sebagai pionir dalam Co-firing, PT PJB dapat dengan sukses mengimplementasikan Co-firing di seluruh PLTU di Indonesia agar bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau,” ungkap Iwan.

Menurut Iwan, sikap optimistis membawa Co-firing di seluruh PLTU di Indonesia merupakan langkah nyata di dunia energi ketenegalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri.

“Selain itu, Co-firing juga menjadi jawaban untuk menggapai target Bauran Energi Nasional untuk EBT 23 persen pada tahun 2025,” pungkasnya.

Sumber : PJB Luncurkan RE-FORGE, Solusi Tata Kelola Pembangkit di Indonesia

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *