Yes! PJB Sukses Uji Coba Co-Firing di PLTU Anggrek dan Tenayan

7 0

ISU.CO.ID, JAKARTA – Menjawab target Bauran Energi Nasional (BEN) untuk Energi Baru Terbarukan (EBT) 23% pada tahun 2025, kembali dibuktikan PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB). Melalui inovasi co-firing, PT PJB mengujicoba metode bauran energi tersebut di dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Anggrek, Gorontalo dan PLTU Tenayan di Pekanbaru.

“Kami yakin sukses dapat mengimplementasikan co-firing di seluruh PLTU di Indonesia,” tandas Direktur Utama (Dirut) PT PJB, Iwan Agung mengomentari inovasi yang sedang hangat diperbincangkan di dunia energi tersebut, Selasa (30/6/2020).

Dikatakan, uji coba co-firing di PLTU Anggrek, Gorontalo telah dilaksanakan dengan sukses pada, 11 Juni 2020. Hal serupa juga dilakukan PJB di medio yang sama, atau tepatnya 20-21 Juni 2020, mengujicoba co-firing di PLTU Tenayan, Pekanbaru. “Sebagai pionir dalam co-firing, PT PJB ingin bumi nusantara dapat lebih terjaga dan lingkungan lebih hijau,” harap Iwan dalam siaran persnya.

Baca Juga : PJB Sukses Uji Coba Co-Firing di Dua PLTU

Menurutnya, uji coba co-firing di PLTU Anggrek, PJB menggunakan wood chip sebagai campuran bahan bakar batu bara. Wood chip yang berasal dari kayu lamtoro ini, kata Iwan, memiliki kalor yang cukup sebagai bahan bakar pendamping. “Wood chip yang diujicoba di PLTU Anggrek mencapai 5 ton,” tuturnya.

Bagaimana dengan yang di Tenayan? Iwan mengungkapkan, uji coba co-firing pada PLTU Tenayan menggunakan campuran sawdust brown fiber sebesar 1%. Dalam pengoperasian selama 8 jam tersebut diperoleh hasil penggunaan biomassa sawdust brown fiber lebih efisien daripada penggunaan biomassa cangkang kelapa sawit.

“Ya, sebelumnya kami menggunakan cangkang kelapa sawit. Alhamdulillah.. semua operasional berjalan lancar dan tanpa hambatan,” akunya.

Dijelaskan, PLTU Tenayan menjadi PLTU pertama di Indonesia yang melakukan uji coba penggunaan co-firing dengan dua jenis biomassa berbeda. Sebelumnya, PLTU Tenayan yang memiliki kapasitas 2 x 110 MW ini pernah mengujibacoba co-firing melalui penggunaan biomassa cangkang kelapa sawit pada, 27 – 31 Januari 2020.

“Membawa co-firing di seluruh PLTU di Indonesia ini adalah langkah nyata di dunia energi ketenagalistrikan untuk tetap berkomitmen menjaga lingkungan tetap asri,” ujarnya.

Co-firing PLTU adalah sebuah teknologi substitusi batubara dengan bahan bakar energi terbarukan pada rasio tertentu dengan tetap memperhatikan kualitas bahan bakar sesuai kebutuhan. Penggunaan co-firing, lanjut Iwan, seiring dengan berkembangnya dunia bisnis ketenagalistrikan yang menuntut pengelolaan pembangkit yang juga beragam.

“Mulai dari peningkatan kinerja pembangkit, biaya pokok produksi yang lebih kompetitif, hingga inovasi menjaga keberadaan lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.

Sumber : 35 Pembangkit PJB Siap Pasok Listrik Saat Era Kenormalan Baru

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *