Bappenas Inisiasi Kerjasama Triple Helix Untuk Ketahanan Pangan Bali

11 0

ISU.CO.ID, JAKARTA – Kementerian PPN/ Bappenas menginisiasi kerja sama kemitraan tiga pihak (triple helix) untuk pengembangan ketahanan pangan di Bali guna memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pangan.

Untuk mengawali kerjasama, terdapat penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan oleh Kementerian PPN/Bappenas dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng, Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Trade and Investment Queensland Government of Queensland, dan Central Queensland University (CQU) di Wisma Sabha, Kantor Gubernur Bali. Nota Kesepahaman tersebut bertujuan untuk menyepakati kerangka kerja kemitraan triple helix antara pemerintah, akademisi, dan swasta atau badan usaha dalam rangka kerja sama pembangunan pertanian yang menekankan pada penelitian dan pengembangan, aplikasi teknologi maju, dan keterlibatan bersama untuk memastikan rantai pasokan untuk pengembangan ternak, khususnya sapi di Bali.

Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut merupakan rangkaian agenda Kunjungan Kerja Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Gugus Tugas Kementerian PPN/Bappenas untuk Percepatan Penanganan Covid-19 dalam rangka Peninjauan Kesiapan Pemulihan Ekonomi dan Sosial untuk Revitalisasi Bali sebagai Destinasi Pariwisata Dunia serta Mengatasi Kesenjangan Pembangunan di Provinsi Bali.

Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Himawan Hariyoga menyatakan Indonesia dapat belajar banyak dari Australia yang mempunyai pengalaman menjadi pusat produksi sapi tingkat dunia dengan triple helix antara pemerintah, dunia perguruan tinggi, dan dunia penelitian dengan pengelola peternakan sebagai kunci kesuksesan.

Selain itu, Nota Kesepahaman juga menjadi strategi untuk menurunkan ketimpangan. “Mengapa Undiksha sangat penting dalam kerja sama ini, karena ini dalam rangka mengatasi salah satu persoalan penting di Bali yaitu kesenjangan antara Sarbagita Selatan dan Utara. Undiksha diharapkan dapat mengembangkan dunia industri dan lain-lain menjadi pusat pertumbuhan ekonomi antara utara dan selatan,” ujarnya.

Baca Juga : Pupuk Indonesia salurkan dana PKBL Rp29 miliar untuk bantu UMKM

Arifin Rudiyanto selaku Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam menegaskan lima aspek penting dalam Nota Kesepahaman tersebut.

Pertama, Nota Kesepahaman ini merupakan salah satu rangkaian dari upaya pemulihan ekonomi nasional hingga 2021. Kementerian PPN/Bappenas telah merancang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 dengan tema “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”, di mana salah satu fokus yang diangkat adalah sistem pangan nasional yang andal dan berkelanjutan.

Kedua, kerja sama kemitraan triple helix merupakan langkah konkret dalam penjabaran sistem pangan. Kemitraan ini salah satunya berfokus kepada aplikasi teknologi di dalam budidaya ternak sapi sebagaimana telah diterapkan di Australia.

Ketiga, Nota Kesepahaman sejalan dengan salah satu dari 41 Proyek Prioritas Strategis (Major Project) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, yakni penguatan jaminan usaha serta 350 korporasi petani dan nelayan.

Keempat, Kementerian PPN/Bappenas melibatkan berbagai pihak sebagai salah satu kunci pelaksanaan pembangunan, yaitu melalui pelibatan pemerintah, pemerintah daerah, dan swasta atau perguruan tinggi.

Kelima, Kementerian PPN/Bappenas melibatkan mitra internasional, dalam hal ini adalah Trade and Investment Queensland Australia dan Central Queensland University Australia.

“Tujuan kemitraan ini diarahkan untuk mendukung pencapaian target pembangunan pangan dan pertanian dalam RPJMN 2020-2024, yaitu tercapai konsumsi pangan yang beragam, meningkatnya konsumsi protein asal ternak, meningkatnya ketersediaan protein hewani, produksi daging, serta meningkatkan nilai tukar petani,” pungkas Deputi Arifin.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Bukukan Kinerja Positif di Tengah Pandemi

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *