Semester I 2020, Waskita Karya Raih Pendapatan Usaha Rp 8,04 Triliun

26 0

JAKARTA, Isu.co.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan pendapatan usaha konsolidasian sebesar Rp 8,04 triliun di semester I 2020.

Segmen jasa konstruksi masih menjadi penopang capaian tersebut dengan total pendapatan mencapai Rp 7,36 triliun. Adapun sisanya disumbang segmen properti dan hotel, beton pracetak, jalan tol, serta infrastruktur lainnya.

Direktur Keuangan Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma mengatakan, sektor konstuksi secara umum menghadapi tantangan yang cukup berat pada tahun 2020 akibat pandemi Covid-19.

Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan sejumlah proyek konstruksi terhenti progresnya untuk sementara.

Baca Juga : Penuhi Kriteria, Anak Usaha Waskita Karya Dapatkan Tiga Sertifikat ISO

“Memasuki masa PSBB transisi, speed project sudah hampir kembali ke level 100 persen, jauh lebih baik dibandingkan bulan Maret hingga Juni,” kata Taufik dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2020). 

WSKT juga membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp 1,7 triliun. 

Ini didukung penerimaan kas dari pembayaran termin proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey (contractor pre financing) maupun progres pembayaran dengan total mencapai Rp 12 triliun. 

“Target kami hingga akhir tahun penerimaan termin proyek bisa mencapai Rp 31 triliun-Rp 33 triliun,” ujar Taufik. 

Ia menyebut, perseroan juga sedang mengupayakan agar beberapa proyek yang semula menggunakan skema turnkey dapat diubah skema pembayarannya menjadi progress payment.

“Saat ini likuiditas menjadi salah satu prioritas utama kami. Semua potensi kas masuk sudah kami petakan dan akan dikawal agar sesuai dengan timeline yang dibuat. Kami percaya semua kewajiban kepada kreditur di kuartal III dan IV dapat terselesaikan secara tepat waktu,” ungkap Taufik.  

Sebagai langkah efisiensi, WSKT juga melakukan optimalisasi belanja modal sekitar 45 persen dari target awal tahun 2020 sebesar Rp 19 triliun.

Fokus belanja modal tahun ini akan digunakan untuk menyelesaikan sisa ruas tol yang dimiliki oleh perseroan.

Taufik pun menyebut, penyelesaian ruas jalan tol investasi menjadi fokus perseroan.

Melalui anak usahanya yaitu PT Waskita Toll Road, WSKT memiliki investasi pada 16 ruas jalan tol, di mana 10 ruas telah beroperasi secara penuh maupun parsial, sementara 5 ruas dalam proses pembangunan. 

Perseroan juga tengah melaksanakan proses pelepasan 5 hingga 7 ruas jalan tol. Ruas tol yang akan dilepas antara lain adalah ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu dan ruas Cibitung-Cilincing.

WSKT akan mengundang mitra strategis maupun melepas ruas tol melalui penerbitan instrumen ekuitas.  Manajemen memperkirakan akan dapat mengurangi utang berbunga hingga Rp 20 triliun. 

“5 hingga 7 ruas itu sudah punya calon investor, saat ini mereka sedang melakukan proses due diligence. Kami harap seluruh prosesnya bisa selesai di semester II,” imbuh Taufik. 

Baca Juga : Konsisten dengan K3, Waskita Karya Diakui Dunia

Per 30 Juni 2020, WSKT masih memiliki total kontrak dikelola sekitar Rp 46 triliun yang dapat diproduksi menjadi pendapatan. Ini terdiri dari sisa nilai kontrak sebesar Rp 38 triliun dan nilai kontrak baru sebesar Rp 8,13 triliun. 

Selama semester I 2020, WSKT telah menandatangani kontrak baru untuk pembangunan proyek infrastruktur seperti Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo seksi 4, Tol Ciawi-Sukabumi seksi 3 dan 4, Jaringan irigasi Rentang, Pembangunan perkuatan pantai DKI Jakarta, dan pembangunan beberapa fasilitas kesehatan penanggulangan Covid-19. 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *