Menjaga Kadar Gula Darah Normal, Kunci Turunkan Risiko Komplikasi Covid-19

13 0

JAKARTA, Isu.co.id – Covid-19 memang mengancam siapa pun tanpa memandang usia. Namun, kita tahu bahwa orang-orang dengan kondisi medis tertentu diketahui berisiko lebih tinggi terkena gejala yang lebih berat. Salah satunya adalah penyandang diabetes jika tidak menjaga kadar gula darah.

Menurut American Diabetes Association, orang dengan kadar gula yang tinggi menghadapi ancaman lebih besar untuk mengidap komplikasi saat terinfeksi virus.

Melansir Science Daily, tim penelitian Michigan Medicine AS melakukan observasi awal terhadap 200 pasien Covid-19 dengan hiperglikemia (istilah medis untuk kadar gula tinggi) yang parah.

Baca Juga : Lonjakan Laba Waskita Semester II

Berdasarkan observasi tersebut, pasien dengan kadar gula darah tinggi cenderung memicu virus mengakibatkan disfungsi pernapasan yang jauh lebih parah, bahkan menyebabkan kematian.

Riset ini menemukan bahwa infus insulin mampu mengontrol gula darah pasien dan menurunkan tingkat keparahan gejalanya. Selain itu, kontrol gula darah sangat penting untuk mengurangi tingkat keparahan, seperti komplikasi ginjal yang rentan diderita pasien.

Mengapa mereka yang memiliki gula darah tinggi rentan alami komplikasi Covid-19?

Ketika memiliki kadar gula darah tinggi, tubuh mudah alami peradangan. Hal tersebut memicu respons imunitas yang abnormal. Bukannya menyerang virus, imunitas mereka menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Baca Juga :Waskita Karya (WKST) Kucurkan Pinjaman Rp4,5 Triliun ke Waskita Toll Road

dr. Adeline Devita, Medical Marketing Manager KALBE Nutritionals memaparkan, kadar gula darah yang tidak stabil memang membuat imunitas pasien merosot, sehingga tubuh lebih mudah terjangkit Covid-19.

“Pada kadar gula darah yang tinggi, virus lebih mudah berkembang sehingga mempercepat  pertumbuhan dan memperparah penyakit yang sebelumnya sudah dimiliki sehingga risiko komplikasi semakin meningkat,” ungkap dr. Adeline.

Komplikasi yang dimaksud dr. Adeline merujuk pada data WHO dan CDC bahwa orang dengan riwayat penyakit kronis, seperti diabetes, berisiko terhadap komplikasi mikro maupun makrovaskuler.

“Komplikasi mikrovaskuler seperti kerusakan pada mata (retinopati), pada ginjal (nefropati), dan pada saraf (neuropati). Makrovaskuler yaitu pada pembuluh darah besar seperti stroke, penyakit jantung,” tambah dr. Adeline.

Cara menjaga kadar gula darah normal

Jangan cemas. Anda dapat menjaga imunitas tubuh guna meminimalisir paparan risiko Covid-19. Kuncinya adalah menjaga kadar gula darah normal.

dr. Adeline memaparkan beberapa tips untuk mengontrol kadar gula darah, terutama bagi diabetesi. Salah satunya melakukan kontrol gula darah rutin pada dokter. Dalam kondisi pandemi, bisa juga melalui melalui telemedis ataupun aplikasi kesehatan.

Baca Juga : Semester I 2020, Waskita Karya Raih Pendapatan Usaha Rp 8,04 Triliun

“Selanjutnya, pantau kadar gula darah harian, konsumsi obat sesuai anjuran dokter, serta jaga pola makan yang sesuai dengan kondisi yaitu dengan 3 J (Jumlah, Jenis dan Jadwal Makan) juga lakukan olahraga setidaknya total 150 menit per minggu, sebanyak 3-4 kali dalam seminggu,” lanjut dr. Adeline.

Dalam memantau kadar gula darah harian, diabetesi wajib menghindari makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi.

Mengutip Klikdokter, makanan dengan indeks glikemik tinggi menyebabkan kadar gula meningkat dengan cepat. Disarankan memilih makanan dengan indeks glikemik rendah seperti sayuran hijau, ikan, ubi, oat, beras merah, susu rendah lemak, dan kacang-kacangan.

Jangan menunda untuk hidup lebih sehat di masa pandemi ini. Mari menjaga kadar gula dengan membatasi asupan gula dan rutin melakukan aktivitas fisik.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *