Ada obligasi jatuh tempo Rp 2,5 triliun, Waskita Karya (WSKT) siapkan dana pelunasan

21 0
Waskita Karya Catat Kontrak Baru Rp7,2 T Per Mei 2019 - IDX Channel

JAKARTA, Isu.Co.Id – Emiten konstruksi pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah menyiapkan dana untuk membayar dua obligasi yang bakal jatuh tempo pada Oktober 2020. Total nilai pokoknya mencapai Rp 2,5 triliun.

Obligasi pertama bakal jatuh tempo pada 6 Oktober 2020. Surat utang ini bernama Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 Seri A dengan nilai pokok  Rp 1,37 triliun.

Obligasi bertenor tiga tahun dengan tingkat bunga 8,00% ini memperoleh peringkat B- (idn) dari Fitch Ratings.

Kemudian, obligasi kedua akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020. Surat utang ini bernama Obligasi Berkelanjutan I Waskita Karya Tahap II Tahun 2015 dengan jumlah pokok Rp 1,15 triliun.

Baca juga : Waskita Beton (WSBP) rombak seluruh jajaran komisaris dan direksi

Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat id BBB+ untuk obligasi bertenor lima tahun dengan kupon 11,10% ini.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum mengatakan, dana pelunasan pokok obligasi telah siap. “Dana bersumber dari kas internal dan fasilitas perbankan perusahaan,” ucap dia dalam keterangan tertulis, Senin (5/10).

Menurut Ratna, pelunasan ini menegaskan kemampuan kas Waskita Karya untuk membiayai operasional dan menuntaskan kewajiban kepada kreditur. Sebagaimana diketahui, pada 19 Agustus 2020, Fitch Ratings menurunkan Peringkat Nasional Jangka Panjang Waskita dari BBB+ (idn) menjadi B (idn).

Baca juga :  Pefindo menyematkan peringkat BBB- untuk obligasi Waskita Beton (WSBP)

Menurut Fitch, penurunan peringkat tersebut disebabkan risiko likuiditas dan minimnya dukungan lembaga keuangan dan pemerintah di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Kami berharap pelunasan ini menjadi bukti komitmen kami sekaligus sebagai katalis perbaikan peringkat kredit Waskita Karya,” imbuh Ratna.

Sebelumnya, Waskita Karya menyatakan akan terus meningkatkan kemampuan likuiditas melalui percepatan penerimaan piutang termin proyek konstruksi, baik yang dikerjakan dengan skema pembayaran turnkey atau progress payment.

Per 31 Agustus 2020, Waskita Karya telah menerima pembayaran proyek turnkey sebesar Rp 7 triliun dan skema progress payment sebesar Rp 6,5 triliun.

Baca juga :  Dikerjakan saat pandemi, begini progres proyek bendungan Waskita Karya (WSKT)

Selain itu, Waskita Karya akan terus berupaya mengejar target perolehan Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp 27 triliun hingga akhir 2020.

Sampai dengan kuartal III-2020, perolehan kontrak baru yang dicatatkan Waskita Karya adalah sebesar Rp 11,7 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari proyek infrastruktur, seperti jalan tol, bendungan, dan irigasi.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *