Waskita selesaikan pembayaran obligasi jatuh tempo

21 0
Waskita Karya Catat Kontrak Baru Senilai Rp7,2 Triliun per Mei 2019 -  Tirto.ID

JAKARTA, Isu.co.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) telah menyelesaikan kewajiban pembayaran obligasi senilai Rp 1,37 triliun secara tepat waktu.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum menjelaskan, dana tersebut sudah efektif masuk di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Senin siang (5/10).

Baca Juga : Optimistis raih kontrak baru Rp 27 triliun, ini proyek potensial Waskita Karya (WSKT)

“Kami sudah mendapatkan konfirmasi dana efektif dari pihak KSEI, dan selanjutnya akan didistribusikan oleh KSEI kepada para pemegang obligasi pada Selasa (6/10),” kata dia dalam keterangan pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (6/10).

Obligasi Waskita yang jatuh tempo pada hari ini adalah Obligasi Berkelanjutan III Waskita Karya Tahap I Tahun 2017 Seri A dengan nominal pokok sebesar Rp 1,37 triliun. Surat utang ini memiliki tenor 3 tahun.

Baca Juga : Ada obligasi jatuh tempo Rp 2,5 triliun, Waskita Karya (WSKT) siapkan dana pelunasan

Ratna menambahkan, dana pelunasan pokok obligasi tersebut berasal dari kas internal dan fasilitas perbankan yang diperoleh perusahaan pelat merah tersebut.

Selain itu, dia juga bilang bahwa Waskita Karya juga sudah mempersiapkan dana untuk pelunasan obligasi senilai Rp 1,15 triliun yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober 2020. “Dananya akan kami transfer ke KSEI paling lambat tanggal 15 Oktober pukul 14.00 WIB,” lanjut Ratna.

Ia bilang, dengan adanya penyelesaian kewajiban tersebut tidak mengganggu likuiditas Waskita di tengah banyaknya ketidakpastian lingkungan bisnis akibat adanya pandemi Covid-19. “Fokus kami saat ini adalah penguatan kemampuan keuangan melalui percepatan penerimaan termin proyek konstruksi dan pelepasan saham pada Badan Usaha Jalan Tol (BUJT),” jelas dia.

Baca Juga : Waskita Karya Optimis Kinerja Akan Membaik di Tengah Pandemi

Ratna pun menyebut bahwa WSKT masih mendapatkan dukungan dari Perbankan khususnya Bank BUMN (Himbara). “Saat ini kami masih memiliki fasilitas kredit bank yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan modal kerja jangka pendek,” pungkas dia.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *