Pembelian Pupuk Bersubsidi Tetap Mudah walaupun belum ada kartu tani

18 0
Subsidized Fertilizer - PT. Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)

JAKARTA, Isu.Co.Id – Sebanyak 1 juta ton pupuk bersubsidi siap ditambah oleh industri pupuk badan usaha milik negara (BUMN), PT Pupuk Indonesia (Persero), untuk mendukung musim tanam akhir tahun 2020 dan awal 2021.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian melalui Permentan No. 27 tahun 2020 telah menambah total alokasi subsidi pupuk tahun 2020 menjadi 8,9 juta ton dari semula sebanyak 7,9 juta ton.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman dalam keterangan resmi diterima DeskJabar, Senin 12 Oktober, mengatakan, PT Pupuk Indonesia akan berupaya memastikan petani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah, meskipun belum memiliki Kartu Tani. Sebab, produsen dan distributor pupuk tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani, dengan catatan petani tersebut sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK.

“Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan para produsen agar penyaluran bisa segera dilakukan. “Termasuk juga segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah daerah sehingga pupuk bisa segera disalurkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan distributor dan kios-kios pupuk resmi agar menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai aturan. Hanya kepada petani yang terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Baca juga :  Pupuk Indonesia Siap Penuhi Tambahan Alokasi Subsidi

Komitmen ketersediaan

Menurut Bakir Pasaman, pihaknya berkomitmen selalu menjaga produksi dan ketersediaan pupuk bagi petani dengan jumlah volume yang selalu di atas ketentuan. Bahkan, saat ini produksi pupuk masih tetap terjaga di atas target meski tengah dihantui pandemik virus Corona atau Covid-19.

Disebutkan, produksi diprioritaskan memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk sektor tanaman pangan. Memasuki musim tanam saat ini pihaknya telah menyiapkan pasokan pupuk hingga ke lini III dan IV untuk memenuhi kebutuhan petani.

Menurut dia, stok yang tersedia mencapai 1,5 juta ton untuk pupuk bersubsidi dan lebih dari 800 ribu ton pupuk non subsidi. Stok tersebut tersedia mulai dari Lini I (gudang pabrik) hingga Lini IV (kios).

Disebutkan, tercatat volume produksi pupuk Januari hingga Agustus 2020 mencapai 8.421.836 ton. Angka itu terdiri dari 5.485.857 ton urea, 2.037.981 ton NPK, 330.598 ton SP-36, 560.203 ton ZA, dan 6.597 ton ZK.

“Total produksi tersebut sudah mencapai 80 persen dari target tahunan di 2020, dimana tahun ini kami menargetkan volume produksi mencapai 10,4 juta ton. Sehingga cukup untuk memenuhi adanya tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar satu juta ton,” katanya.

Pasokan itu, ia menyampaikan, dipenuhi oleh para anak usaha Pupuk Indonesia yang terdiri dari PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Baca juga : Waskita Karya Bangun Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *