Kenaikan Permintaan Didukung Penyaluran Kredit yang Prudent Diharapkan Mampu Menggerakkan Kembali Roda Perekenomian

13 0
Kenaikan Permintaan Didukung Penyaluran Kredit yang Prudent Diharapkan Mampu Menggerakkan Kembali Roda Perekenomian dan

JAKARTA, Isu.co.id – Perekonomian tahun depan berpeluang kembali positif. Pemulihan akan terjadi secara terbatas namun belum bisa kembali ke kondisi sebelum pandemi. Ketersediaan vaksin merupakan faktor kunci dalam percepatan pulihnya aktivitas ekonomi. Sementara itu, perbaikan sisi permintaan yang didukung oleh penyaluran kredit secara prudent dan kecukupan manajemen risiko merupakan syarat utama upaya menggerakkan kembali roda perekenomian sekaligus perbaikan pertumbuhan ekonomi.

Hal itu mengemuka dalam webinar bertajuk “Menakar Optimisme Pertumbuhan Kredit di Tengah Tantangan” yang digelar PEFINDO Biro Kredit IdScore yang digelar pada kamis, 15 Oktober 2020. Acara yang rutin digelar tersebut menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, baik pengamat ekonomi maupun pelaku utama sektor jasa keuangan dan diikuti oleh sekitar 500 peserta yang sebagian besar anggota PEFINDO Biro Kredit IdScore dan relasi perusahaan.

Baca Juga : Dukung Program Indonesia Sehat, Pupuk Indonesia Ajak Masyarakat Selalu Pakai Masker

Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit – IdScore mengungkapkan bahwa, pandemi telah memengaruhi kemampuan membayar debitur yang menyebabkan terjadinya perubahan profil risiko debitur dan peningkatan NPL. Data kelolaan yang diamati pihaknya menunjukkan nilai portfolio kredit anggota (dari kalangan Bank Umum, BPD, BPR dan Perusahaan Pembiayaan) pada Agustus 2020 tercatat Rp3.335 trilun atau turun 17% dibanding Februari yang saat itu nilainya Rp4.010 triliun.

Sementara itu, nilai total portfolio kredit total (anggota dan non anggota) per Agustus 2020 tercatat Rp6.033 triliun atau mengalami persentase penurunan 12% dibanding posisi Februari. “Walaupun demikian, nilai portfolio kredit tersebut boleh dibilang relatif terjaga dan stabil selama masa pandemi terhitung sejak Maret dimana rata-rata portfolio bulanan anggota tercatat di level Rp3.347 triliun dan total sebesar Rp6.145 triliun” jelas Abimanyu.

Ditinjau dari sisi NPL, data menunjukkan bahwa tingkat NPL anggota PEFINDO Biro Kredit pada Agustus 2020 tercatat 3,81% atau naik dibanding Februari yang sebesar 2,81%. Sementara itu, tingkat NPL total (anggota dan non anggota) per Agustus tercatat 4,08% dibanding posisi Februari yang sebesar 2,81%.

Baca Juga :  Dapat Kontrak Baru Senilai Rp 3,2 Triliun, Saham WSKT Naik

Lebih jauh Abimanyu menambahkan bahwa pandemi juga mengakibatkan berkurangnya kemampuan sebagian debitur yang tercermin dari perubahan sebaran risk grade berupa peningkatan persentase debitur high risk dan very high risk dan penurunan persentase debitur kategori very low, low dan average risk. “Total persentase risiko debitur high dan very high masih tergolong tinggi dengan rata-rata di atas 40% dan terus meningkat terutama sejak Maret. Pada Juli, persentase total kategori ini bahkan mencapai 45,2% atau meningkat 3,2% dibandingkan Desember 2019 yang sebesar 41,2%”

“Kondisi saat ini menuntut lembaga keuangan untuk mengedepankan pengelolaan risiko dan memanfaatkan semua jenis informasi dan data secara optimal, agar risiko dapat termonitor guna mengejar pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen mendukung penerapan manajemen risiko terukur melalui penyediaan produk credit scoring sekaligus mendukung inklusi keuangan melalui perluasan akses pembiayaan ke seluruh lapisan masyarakat ” demikian Abimanyu menutup keterangannya.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *