Waskita Karya Lunasi Obligasi Rp 1,15 Triliun

14 0
Waskita Karya Raih Penghargaan WSO Award 2019

JAKARTA, Isu.co.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) telah melunasi obligasi sebesar Rp 1,15 triliun. Obligasi tersebut jatuh tempo pada Jumat (16/10/2020).

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita, Ratna Ningrum mengatakan, dana pelunasan telah efektif masuk ke Kustodian Sentral Efek Indonesia pada Kamis (15/10/2020) siang.

“Dana sudah kami sampaikan ke KSEI dan sudah efektif untuk dapat didistribusikan kepada para pemegang obligasi,” kata Ratna dalam keterangan tertulis, Jumat.

Adapun obligasi jatuh tempo yang dimaksud adalah Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 Seri B. Obligasi bertenor 5 tahun tersebut memiliki tingkat bunga 11,10 persen serta mendapatkan peringkat idBBB+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Baca Juga :Dapat Kontrak Baru Senilai Rp 3,2 Triliun, Saham WSKT Naik

Transaksi tersebut menjadi pelunasan obligasi kedua untuk WSKT selama bulan Oktober 2020. Pada 6 Oktober 2020, perseroan telah terlebih dahulu melunasi obligasi senilai Rp 1,37 trliun, sehingga total pelunasan obligasi pada Oktober adalah Rp 2,52 triliun.

Ratna menjelaskan, seluruh pelunasan obligasi tersebut menggunakan dana yang berasal dari kas internal perusahaan dan juga fasilitas perbankan. Waskita juga tengah fokus dalam mengejar target kinerja di antaranya perolehan Nilai Kontrak Baru. Hingga 30 September 2020, perseroan telah mencatatkan perolehan nilai kontrak baru sebesar Rp 12,2 triliun.

Pencapaian tersebut masih ditopang oleh proyek- proyek infrastruktur konektivitas dan pengairan. Waskita tetap optimis untuk mencapai target nilai kontrak baru sebesar Rp 26 triliun hingha Rp 27 triliun di akhir tahun ini.

“Saat ini Waskita Karya tengah mengikuti beberapa tender proyek jalan tol, pengairan, dan pipanisasi serta beberapa proyek yang berlokasi di luar negeri,” jelas Ratna.

Baca Juga : Kabar Baik, Kini Petani Tanpa Kartu Tani Tetap Bisa Beli Pupuk Bersubsidi, Ini Syaratnya

Perseroan tengah memprioritaskan pelaksanaan pelepasan beberapa ruas jalan tol melalui skema tender, penerbitan Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan pelepasan kepada mitra pemegang saham. Ruas tol yang akan dilepas kepemilikannya di antaranya ruas tol di Trans Jawa dan wilayah Jabodetabek.

Dengan dilaksanakannya beberapa transaksi pelepasan ruas tol tersebut dapat berpotensi mengurangi utang berbunga perseroan sekitar Rp 19 triliun hingga Rp 20 triliun di tahun 2020.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *