Ini Duduk Perkara Rekind Cabut dari Proyek Pipa Gas Cisem

17 0
BPH Migas Kaji Ulang Proyek Pipa Transmisi Gas Ruas "Cisem" - Aktual Dan  Kasual

JAKARTA, Isu.Co.Id – PT Rekayasa Industri akhirnya memutuskan mundur dari proyek pipa transmisi gas ruas Cirebon-Semarang, sehingga menyebabkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengkaji ulang proyek tersebut dalam waktu satu bulan ke depan terhitung mulai 12 Oktober 2020.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa mengakui ada kelemahan saat lelang proyek pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang pada 14 tahun silam ini, tepatnya pada 2006, yakni seperti tidak adanya batasan waktu terminasi kontrak.

Baca juga : Sabet Tiga Sertifikat ISO Sekaligus, Anak Usaha Waskita Karya Canangkan Ekspansi ke Luar Negeri

“Kelemahan di 2006 saat lelang itu tidak ada batas terminasi. Masa 14 tahun masih dibiarkan. Mestinya ke depan melalui kajian, mesti ada batasan waktu. Siapa pemenang lelang mesti dibatasi (waktu pengerjaan proyek),” ujarnya saat konferensi pers Proyek Pipa Transmisi Ruas Cirebon-Semarang di Kantor BPH Migas, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Meski akhirnya memutuskan mundur dari proyek strategi nasional tersebut, Rekind kabarnya sudah merogoh kocek sebesar Rp 65 miliar terkait proyek pipa transmisi ruas Cirebon-Semarang ini.

“(Investasi) sekitar Rp 65 miliar mulai basic design, feasibility study (FS), BPH migas sudah kasih waktu 14 tahun juga kan,” ujarnya.

Baca juga :  Bakir Pasaman Ditunjuk Jadi Dirut Pupuk Indonesia

Sebagaimana diketahui, Rekind akhirnya memutuskan mundur dari proyek pipa transmisi gas ruas Cirebon-Semarang setelah memenangkan lelang sejak 2006.

SVP Corporate Secretary & Legal Rekind Edy Sutrisman mengatakan perusahaan memutuskan mundur karena nilai keekonomian proyek sudah tak sesuai lagi dengan kondisi saat ini.

Biaya angkut (toll fee) yang ditetapkan BPH Migas sebesar US$ 0,36 per MMBTU pada 2006 silam dinilai sudah tidak layak (feasible) untuk dijalankan saat ini.

Baca juga : Manfaatkan GoShop Untuk Kembangkan Kapasitas Pasar Rakyat, Kemendag Tandatangani Kerja Sama dengan Gojek

“Karena keekonomiannya sudah tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Harga toll fee US$ 0,36 per MMBTU yang kami tawarkan di tahun 2006, 14 tahun lalu, sudah sangat tidak feasible untuk dijalankan,” pungkasnya.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *