Kota Ambon Capai Indeks Keluarga Sehat Tertinggi di Provinsi Maluku

10 0

JAKARTA, Isu.Co.Id – Kementerian Kesehatan mengembangkan aplikasi keluarga sehat versi 2.0, sebagai bentuk dukungan teknologi informasi untuk pendataan keluarga sehat dalam program PIS-PK dan SPM yang diukur dengan 12 indikator.

Berdasarkan hasil analisis keluarga sehat di bulan November, khususnya di provinsi Maluku menunjukkan hasil rata-rata persentase Indeks Kesehatan Manusia (IKS) Provinsi Maluku mencapai 10,7% dari jumlah keluarga terdata lengkap di Provinsi Maluku sebanyak 222.323 sedangkan data Kab/Kota IKS paling tinggi yaitu Kota Ambon mencapai 19,1 % dan Paling rendah yaitu Kepulauan Aru mencapai 4,0%.

Capaian ini disampaikan oleh drg. Rudy Kurniawan, M.Kes, Kabid Pengembangan Sistem Informasi, Pusat Data dan Informasi Kementerian kesehatan pada diskusi panel Bina Wilayah provinsi maluku (6/11).

Dalam pertemuan tersebut, Rudy menyampaikan harapan capaian PIS-PK Pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan dapat mencapai 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) dengan menggunakan pendekatan keluarga dan pendekatan penyakit, baik Penyakit Tidak Menular maupun Penyakit Menular.

”SPM Bidang Kesehatan dapat dilaksanakan dengan optimal di daerah dan program PIS-PK merupakan moda atau kendaraan untuk mendukung pencapaian SPM” tambah Rudy.

Baca juga : 100 UMKM Mitra Binaan Ikuti Festival PLN Peduli 2020 Virtual

SPM yang dimaksud tersebut beririsan Indikator Keluarga Sehat. Terdapat 7 Indikator Keluarga Sehat terkait dengan Pelayanan Dasar pada SPM, yaitu persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan, imunisasi dasar lengkap, ASI eksklusif, pemantauan pertumbuhan balita, tuberkulosis paru, hipertensi, dan gangguan jiwa berat.

Input data PIS-PK dapat diakses melalui laman https://keluargasehat.kemkes.go.id . Beberapa fitur pembaharuan pada aplikasi ini diantaranya: 1) Fitur Tahun Aktif; 2) Fitur Transfer Wilayah Kerja ;3) Fitur Wilayah Kerja ;4) Fitur RT/RW ;5) Fitur Sasaran Wilayah ;6) Fitur Target Surveyor ;7) Fitur Monitoring Wilayah ;8) Fitur IKS Puskesmas dan 9) Fitur Crosstab.

Rudy meminta peran serta dari seluruh Dinas Kesehatan Provinsi/Kab/Kota untuk memanfaatkan aplikasi keluarga sehat 2.0, mulai dari pembuatan akses sampai dengan pembentukan tim dari Puskesmas untuk pembuatan dan pelaporan surveyor sehingga dapat dilakukan analisis serta sasaran secara riil.

Hasilnya dapat dimanfaatkan dalam perencanaan kegiatan pembangunan kesehatan dan melakukan akselerasi intervensi lanjut agar terjadi peningkatan status kesehatan mulai dari tingkat keluarga, Puskesmas sampai dengan tingkat nasional.

Baca juga : Efisiensi Kerja, Waskita Karya Gunakan Aplikasi Terintegrasi

Pada kesempatan yang sama sekaligus dilakukan Sosialisasi Pedoman Penanggulangan COVID-19 revisi ke-5 oleh Kepala Seksi Deteksi Penyakit Infeksi Emerging dr. Chita Septiawati, MKM serta Evaluasi DAK Tahun 2020 dan Perencanaan DAK tahun 2021 oleh Kepala Biro Perencanaan dan Anggaran Drs. Bayu Teja Muliawan, Apt., M.Pharm, MM di Kantor Gubernur Provinsi Maluku (6/11).

Pertemuan kedua ini juga dihadiri dan diikuti oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kesehatan Kuwat Srihudoyo, M.Kes, Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan dr. Andi Saguni, Kadinkes Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh, M.Kes, Dirut RSUP J. Leimena dr. Celestius Eigya Munthe, Sp.KJ, M.Kes, perwakilan dari Dinas Kesehatan Kab/Kota , RS dan Fasilitas Kesehatan Primer Provinsi Maluku secara online dan offline.

Kuwat berpesan bahwa meskipun fokus pada penanganan COVID-19, program pelayanan esensial di puskesmas tetap harus berjalan secara sinkron dan baik demi terwujudnya Indonesia sehat.

”Program pelayanan kesehatan esensial di Puskesmas seperti imunisasi, kesehatan Ibu Anak, dan sebagainya tidak boleh terhenti. Diatur sesuai dengan kondisi wilayah setempat” ujarnya.

Baca juga : Pandemi COVID-19, Perusahaan ini Tak Hentikan Operasional Pabrik

Kunjungan Kerja ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan di Kota Ambon

Setelah melakukan diskusi panel dilanjutkan dengan kunjungan ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk melihat kesiapan infrastruktur pelayanan kesehatan di provinsi Ambon. Kunjungan tersebut difokuskan di rumah sakit dan puskesmas yang tetap memberikan pelayanan kesehatan sesuai prosedur tetap (protap) dari pemerintah daerah selama masa pandemi Covid-19.

Kunjungan dilakukan ke Puskesmas Poka Rumah Tiga, RS Lapangan di LPMP, RSUP J Leimena dan RSUD Dr. M. Haulussy di Kota Ambon.

Kuwat mengapresiasi seluruh Dirut RS dan Kepala Puskesmas serta jajaran yang telah mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk rujukan COVID-19 dengan baik dengan siapnya SDM, TT dan ICU.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor hotline Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id (PRU, NI).

Sumber : Kemenkes

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *