Petani Tanpa Kartu Tani Tetap Bisa Beli Pupuk Bersubsidi

11 0
JELANG MUSIM TANAM, PUPUK INDONESIA SIAPKAN PASOKAN

JAKARTA, Isu.Co.Id – Pemerintah memastikan petani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah meskipun belum memiliki Kartu Tani asalkan telah terdaftar dalam sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK.

Sebelumnya petani tidak bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena harus memiliki Kartu Tani.

“Kami mengingatkan produsen dan distributor tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani, dengan catatan petani tersebut sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK,” kata Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman, Senin 12 oktober 2020, seperti dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari RRI.

Fungsi dari Kartu Tani itu sendiri merupakan kartu debit yang digunakan oleh para petani guna memenuhi keperluan dalam produksi tanamnya, salah satunya penebusan pupuk bersubsidi.

Pasokan tersebut dipenuhi oleh para anak usaha Pupuk Indonesia yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.

Tercatat volume produksi pupuk Januari sampai dengan Agustus 2020 telah mencapai 8.421.836 ton. Angka tersebut terdiri dari 5.485.857 ton Urea, 2.037.981 ton NPK, 330.598 ton SP-36, 560.203 ton ZA, dan 6.597 ton ZK.

Kemudian dijelaskan pula, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan dan berkomitmen untuk selalu menjaga produksi dan ketersediaan pupuk dengan jumlah volume yang selalu di atas ketentuan sehingga petani tidak perlu khawatir sekalipun saat pandemi COVID-19.

Baca juga : Pandemi COVID-19, Perusahaan ini Tak Hentikan Operasional Pabrik

“Dilihat dari segi produksi kami berkomitmen untuk selalu menjaga produksi dan ketersediaan pupuk bagi petani. Bahkan, saat ini produksi pupuk masih tetap terjaga di atas target meski tengah dihantui pandemi Covid-19,” ucapnya.

“Total produksi tersebut sudah mencapai 80 persen dari target tahunan di 2020, di mana tahun ini kami menargetkan volume produksi mencapai 10,4 juta ton. Sehingga cukup untuk memenuhi adanya tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 1 juta ton,” katanya.

Produksi perusahaan, kata Bakir, juga diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk sektor tanaman pangan.

“Termasuk juga segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga pupuk bisa segera disalurkan,” katanya.

Kementerian Pertanian melalui Permentan No. 27 tahun 2020 telah menambah total alokasi subsidi pupuk tahun 2020 menjadi 8,9 juta ton dari semula sebanyak 7,9 juta ton

Dalam akselerasi program tersebut, Pupuk Indonesia sebagai BUMN yang mendapat penugasan dari Pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi telah mengeluarkan sejumlah kebijakan.

Menurut Bakir Pasaman, ketersediaan pasokan Pupuk Indonesia sangat siap dan mencukupi untuk mendukung kebijakan penambahan alokasi 1 juta ton tersebut.

Apalagi, terang dia, setiap kali akan memasuki masa tanam, perseroan selalu meningkatkan stok pupuknya. Dalam memasuki musim tanam Oktober, Pupuk Indonesia juga telah menyiapkan pasokan pupuk hingga ke lini III dan IV untuk memenuhi kebutuhan petani.

Jumlah stok yang tersedia mencapai 1.5 juta ton untuk pupuk bersubsidi dan lebih dari 800 ribu ton pupuk non-subsidi yang tersedia mulai dari Lini I (gudang pabrik) hingga Lini IV (kios).

Baca juga : Waskita Karya (WSKT) bangun gedung ikonik bergaya kapal Pinisi di Sulsel

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *