Pupuk Indonesia Dongkrak Produktivitas Jagung di Dompu

10 0
7 Jenis Jagung yang Banyak Dibudidayakan dan Dipasarkan di Indonesia -  PETANI

JAKARTA, Isu.Co.Id – PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama anak usahanya PT Pupuk Kaltim mengimplementasikan program Agro Solution untuk komoditas jagung di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (6/11). Hal ini merupakan implementasi setelah resmi dicanangkannya program Agro Solution oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman di Jember, Jawa Timur, pada Kamis (5/10).

Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto mengatakan, seperti halnya di Jember dan daerah lainnya, program Agro Solution di Dompu juga melibatkan multi stakeholder, baik dari BUMN, Pemerintah Pusat/Daerah maupun swasta. Nugroho menyampaikan masing-masing stakeholder memegang peranan penting dalam siklus langkah Agro Solution, antara lain Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Pemprov NTB, Bank BNI, BUMDes Bersama (BUMDesma) Karawisama, pihak swasta selaku off taker, dan Asuransi Jasindo.

Baca juga : Produksi Pupuk Meningkat dalam 5 Tahun Terakhir

“Sebagai pilot project, program ini akan diikuti 163 petani dengan total luasan 222 hektare. Semoga hasil penanaman Agro Solution di Dompu hari ini akan meningkat dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi petani,” ujar Nugroho usai melaksanakan simbolis Penanaman Perdana Bibit Jagung Agro Solution di Dompu, NTB, Jumat.

Dengan meningkatnya produktivitas, Nugroho berharap program ini dapat mensejahterakan petani dan meningkatkan daya beli petani. “Bila daya beli sudah baik, maka petani akan mempunyai kemampuan membeli pupuk non subsidi, yang pada akhirnya akan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi dan mengurangi beban subsidi pemerintah,” ucap dia.

Dari sejumlah pilot project Agro Solution yang telah dilakukan selalu menunjukan hasil yang memuaskan, baik itu dari segi produktivitas maupun keuntungan yang diperoleh petani. Ia mencontohkan, dalam panen Agro Solution yang dilakukan di Jember, terdapat peningkatan hasil panen padi dari semula rata-rata 6 ton menjadi 9,7 ton per hektare.Toggle 

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *