Menyiram Tanaman dengan Air Hujan Ternyata Banyak Manfaatnya Lho

22 0
Gunakan Air Hujan untuk Kebutuhan Air Tanaman Anda - Pertanianku

JAKARTA, Isu.co.id – Kamu mungkin menyadari bagaimana tampilan tanaman-tanaman di kebun setelah terguyur air hujan. Air hujan ternyata lebih baik untuk tanaman daripada air ledeng atau bahkan air minum. Banyak orang sampai menampung air hujan tersebut untuk menyirami tanamannya di lain waktu. Ternyata, hujan berpetir juga memberikan manfaat tersendiri untuk tanaman, lho.

Meskipun untuk beberapa kasus petir bisa merusak tanaman, namun hujan selama badai petir sangat baik untuk tanaman. Sebab, petir membantu menambahkan nitrogen ke tanaman.

Dilansir the Conversation, tanaman sangat membutuhkan nitrogen karena berbagai alasan, khususnya untuk menghasilkan klorofil, pigmen fotosintesis hijau.

Baca Juga : Layanan Contact Center PLN Raih 22 Penghargaan Ajang “The Best Contact Center Indonesia”

Jika tanaman kekurangan nitrogen, mereka mungkin terlihat kekuningan dan tidak sehat. Jika tingkat nitrogen sangat rendah dalam waktu yang lama, tanaman mungkin akan kerdil, sakit atau mati.

Namun, tanaman bisa mendapatkan nitrogen dari sumber lain, misalnya melalui proses yang secara luas disebut oleh para ilmuwan sebagai fiksasi nitrogen. Nitrogen dapat berasal dari pupuk tambahan, penguraian bahan organik di dalam tanah, dan organisme yang dapat memecah nitrogen di atmosfer menjadi sesuatu yang dapat digunakan.

Lebih baik dari air ledeng Menyiram tanaman dengan air hujan lebih baik daripada menggunakan air ledeng. Itu karena sejumlah air ledeng cenderung lebih basa (pH lebih tinggi) atau lebih asin (memiliki kekuatan ion lebih tinggi), daripada yang lain.

Penyiraman dalam jangka waktu panjang menggunakan air dengan kadar klorida lebih tinggi juga dapat mengganggu tanaman mengambil nitrat yang tersedia. Air minum bahkan lebih tidak baik lagi, jika bicara soal penyitaman tanaman.

Tanaman dapat dirugikan oleh tingginya kadar natrium dalam beberapa persediaan air minum. Air minum olahan hampir selalu merupakan sumber nitrat yang buruk.

Baca Juga : Damri Siapkan Bus Sehat untuk Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021

Alasannya, otoritas air semuanya berupaya meminimalkan kandungan nitrat dalam air minum karena konsentrasi tinggi dapat berbahaya bagi bayi dan memicu sindrom bayi biru.

Sementara kebanyakan tukang kebun menginginkan pH yang sedikit asam karena membuat nutrisi untuk tanaman lebih banyak dan juga lebih baik untuk kesehatan tanah secara keseluruhan. Setiap sumber air ledeng mungkin memiliki pH yang berbeda-beda, namun memanfaatkan air hujan untuk tanaman tetap lebih baik.

Selain faktor kandungan air, ada alasan lain mengapa tanaman lebih segar setelah terguyur hujan. Sebab, hujan seringkali membantu membasuh debu dari tubuhan. Hal ini tentunya amat bermanfaat, terutama jika lokasi tanaman atau kebunmu mudah terpapar oleh debu.

Related Post

BUMN Ini Kerjakan RS Darurat Covid-19

Posted by - 03/11/2020 0
JAKARTA, Isu.co.id – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (kodesaham: WSKT) sedang mengerjakan pembangunan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang berada di…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *