ANTARA Luncurkan Buku Indonesia Bergerak 1900-1942

24 0
ANTARA luncurkan buku Indonesia Bergerak 1900-1942 - ANTARA News

JAKARTA, Isu.co.id – Moderator sekaligus redaktur Kantor Berita Antara Ade Marboen memperlihatkan buku Indonesia Bergerak di Jakarta, Minggu (13/12/2020). ANTARA/Muhammad Zulfikar/am.

Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA meluncurkan buku Indonesia Bergerak 1900-1942 yang berisi foto-foto sejarah hasil kurasi Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) yang dihimpun dari sejumlah sumber sekaligus dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-83 kantor berita tersebut.

“Melalui buku Indonesia Bergerak dan pameran ini, kita bisa belajar bersama tentang apa yang ada dalam sejarah pergerakan kita sejak 1900 sampai 1942,” kata Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Akhmad Munir saat diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan tentunya masih banyak hal-hal yang belum terekspos atau tersiar melalui media cetak, tulisan, foto, televisi maupun radio. Melalui pameran tersebut, sejarah perjalanan dan pergerakan bangsa dapat ditampilkan kembali.

Baca Juga : J&T Express Pecahkan Rekor Pengiriman Tertinggi hingga 20 Juta Paket pada Harbolnas 12.12

“Melalui peluncuran buku ini kita bisa memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda bahwa kita memiliki sebuah zaman dan era di zaman pergerakan sampai sekarang ini jalannya kesejarahan bangsa,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI Hilmar Farid mengatakan dalam buku Indonesia Bergerak tersebut terdapat tiga poin penting.

“Pertama, fotografi atau image termasuk juga grafis merupakan sumber sejarah,” kata dia.

Hal kedua, fotografi atau image merupakan sebagai media penyampai narasi sebuah sejarah. Terakhir, ialah narasi terkait masa pergerakan yang menjadi subjek pembahasan buku Indonesia Bergerak 1900-1942.

Di kalangan sejarawan, ujar Hilmar, dokumen dianggap sebagai sumber yang paling otoritatif dan biasanya termuat dalam arsip. “Dokumen ini dianggap sebagai sumber yang paling dekat dengan kenyataan,” katanya.

Baca Juga : BUMN Ini Sudah Bangun 1.300 Km Jalan Tol di Indonesia

Bahkan, sejarawan Prancis pernah mengatakan bahwa bila tidak ada dokumen, tidak akan ada sejarah. Hal itu menandakan begitu pentingnya sebuah dokumen. “Alasannya dokumen dianggap meninggalkan jejak yang nyata untuk menelusuri masa lalu,” ujarnya.

Secara umum Hilmar menilai peluncuran buku Indonesia Bergerak tepat waktu karena menyongsong satu generasi yang terbiasa pada karya visual. Melalui buku tersebut, generasi saat ini dapat melihat langsung foto-foto masa lalu.

Related Post

Penyaluran Pupuk Mencapai 6,4 Juta Ton

Posted by - 23/10/2020 0
JAKARTA, Isu.Co.Id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyebutkan, realisasi penyaluran pupuk bersubsidi hingga 20 september 2020 mencapai sekitar 6,4 juta ton…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *