Dukung Perkembangan Anak, PT TWC Launching Program E-Balita

18 0
Bayi ASI cenderung suka makan sayur

JAKARTA, Isu.co.id – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) bekerjasama dengan UGM dan PT Indonesia Comnets Plus (Icon+) anak perusahaan dari PT PLN (Persero) melaksanakan Program Pendampingan Implementasi Aplikasi e-Balita untuk Penanggulangan Stunting di wilayah Puskesmas Kalasan, Kapanewon Kalasan dan Puskesmas Seyegan, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.

Plt Direktur Utama PT TWC Palwoto bersama Ketua Departemen Gizi dan Kesehatan UGM Toto Sudargo, GM Icon+ Jawa Bagian Tengah Hendrik Permajaya, Sekretaris Perusahaan PT TWC Emilia Eny Utari, Kepala Puskesama Seyegan drg. Ratih Susila, Manager PKBL PT TWC Bambang Sarwo eddy dan perwakilan Pemerintahan Desa Margoluwih Seyegan Sri Widodo meresmikan secara langsung program ini di Pendopo Dusun Klakapan II, Rabu (16/12/2020).

Program pendampingan penanggulangan stunting ini merupakan program unggulan Bina Lingkungan TJSL TWC. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2018 di Desa Madurejo Prambanan, Sleman. Tahun 2019, PT TWC bersama UGM dan Icon+ membuat model dan aplikasi e-Balita. Di tahun 2020 ini, aplikasi e-Balita bisa diimplementasikan bersama dengan Motor Sehat yang beroperasi sebagai sarana input data balita. Nantinya data tersebut bisa sebagai acuan penanganan terkait masalah stunting.

Baca Juga : Waskita Karya Kian Ekspansif Bangun Infrastruktur di Jawa Timur

“Program e-Balita merupakan produk teknologi yang bisa tersambung bukan hanya sebagai data Puskesmas namun bisa langsung ke pusat. Data itu akan terekam terus dan akan menjadi bahan perencanaan Presiden dalam forum kesehatan dan menentukan kebijakan terutama untuk seribu hari pertama anak,” terang Ketua Departemen Gizi dan Kesehatan UGM Toto Sudargo.

Kepala Puskesmas Seyegan drg. Ratih Susila mengatakan bahwa aplikasi e-Balita merupakan jalan keluar untuk memantau kondisi kesehatan anak-anak di masa pandemi ini. “Waktu tiga bulan pertama kita langsung down, Kendala di saat pandemi, Puskesmas memantau 12 standar pelayanan minimal. Posyandu kita berhentikan. Walau begitu, kita tetap melakukan kontak melalui aplikasi media sosial. Kita pantau terus. Kemudian ada inovasi e-Balita ini, kita sangat antusias. Melalui aplikasi ini kita bisa lakukan pemantauan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT TWC Palwoto menyampaikan kepada para tamu serta kader Posyandu bahwa program ini sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan BUMN yang salah satu fungsinya adalah sebagai agent of development.

Baca Juga : Pemerintah Diminta Bayar Utang Rp17,3 Triliun ke Perusahaan ini

“PT TWC diamanahkan oleh negara sebagai agent of development yaitu bagaimana kontribusi BUMN untuk ikut mensejahterakan masyarakat. Melalui program ini kita memiliki tujuan supaya regenari di masa mendatang akan lebih baik lagi. Melalui teknologi, sistem ini memonitor, menyampaikan data dan mengevaluasi. Saya kira itu menjadi sangat penting agar kondisi balita itu bisa termonitor dengan baik,” terangnya.

Senada dengan itu, GM Icon+ Hendrik Permajaya mengatakan bahwa melalui program ini diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup warga desa. “Melalui program ini, diharapkan nantinya ada transfer pengetahuan, baik dalam penggunaaan teknologi yang sudah menjadi kebiasaan baru yang bisa meningkatkan taraf hidup warga masyarakat desa,” terangnya.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *