Fitch Ratings Pertahankan Peringkat Utang Pupuk Indonesia AAA

26 0
Pabrik Pupuk milik Pupuk Indonesia Holding Company

JAKARTA, Isu.co.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Direktur Utama Bakir Pasaman, berhasil meraih peringkat korporasi dan obligasi rupiah perusahaan ‘AAA(idn)’ dari lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia.

Peringkat ini adalah peringkat tertinggi yang dapat diberikan kepada entitas perusahaan di Indonesia, dan diberikan kepada emiten penerbit obligasi dengan ekspektasi risiko gagal bayar utang yang sangat rendah.

“Kami sangat mengapresiasi peningkatan rating yang diberikan kepada Pupuk Indonesia, karena menunjukkan bahwa Pupuk Indonesia adalah perusahaan yang kredibel serta sehat secara finansial,” ujar Direktur Keuangan Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo, Jumat (29/1/2021).

Baca juga : BUMN ini Borong Prestasi dalam Ajang TKMPN

“Di saat banyak perusahaan mengalami penurunan peringkat karena kinerja tertekan saat pandemi, Pupuk Indonesia dapat mempertahankan kinerja dan kepercayaan investor, kreditur, maupun masyarakat luas,” tambahnya.

Menurut Fitch Ratings, Pupuk Indonesia berhasil meraih peringkat tersebut berkat sejumlah faktor. Faktor pertama adalah status Pupuk Indonesia yang termasuk sepuluh besar produsen pupuk di dunia.

Pupuk Indonesia juga merupakan badan usaha yang ditunjuk sebagai mitra utama produsen dan distributor pupuk bersubsidi milik negara, serta memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional sehingga mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Baca juga : Upaya Menjadi Perusahaan Kelas Dunia, Pupuk Indonesia Terapkan Sentralisasi

Meskipun diterpa pandemi, kinerja perusahaan masih dinilai cukup stabil dan masih mampu meningkatkan kinerja penjualan domestik serta volume ekspor.

Kedepannya, Pupuk Indonesia berencana meningkatkan kinerja melalui program transformasi yang berbasis customer centric model.

Program ini menekankan pada pertumbuhan bisnis komersial seperti pemasaran pupuk segmen retail, perkebunan, industri, dan juga pasar ekspor.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga tengah menggodok peluang investasi baru untuk mendukung pertumbuhan, serta menggodok Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II pada kuartal I 2021.

Related Post

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *