This image has an empty alt attribute; its file name is G-jiwasraya-umumkan-program-restrukturisasi-polis-duj.jpg

JAKARTA, Isu.co.id – Kementerian BUMN selaku pemegang saham PT Asuransi Jiwasraya(Persero) resmi mengangkat Hexana Tri Sasongko sebagai Direktur Utama Jiwasraya untuk menggantikan Asmawi Syam.

Penyerahan SK pengangkatan Hexana Tri Sasongko Dirut Jiwasraya dilakukan oleh Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal di Lantai 7 Kementerian BUMN, Senin (5/11/2018). Hexana sendiri sebelumnya baru diangkat sebagai Direktur Investasi dan Information & Technology Jiwasraya tahun ini.

Sebelum menjalani karier di Jiwasraya, Hexana yang lahir di Klaten, 23 Maret 1964, mengawali karier di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak 1999. Sejumlah posisi strategis dijabat antara lain pada 1999 sebagai Kepala Bagian Pasar Uang Divisi Treasury Kantor Pusat BRI (1999). Pada 2011, Hexana diangkat sebagai Kepala Divisi Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Kantor Pusat BRI (2011). Tiga tahun setelahnya, ia ditunjuk sebagai Kepala Divisi Corporate Development & Strategy Kantor Pusat BRI (2014).

Baca juga : Siapa Hexana? Mampukah Selesaikan Masalah Jiwasraya?

Selang 1 tahun, kariernya menanjak dengan mengisi kedudukan Senior executive Vice President Direktorat IT Strategy & Satelite BRI (2015). Dua tahun selanjutnya, ia dipercaya sebagai Senior Executive Vice President Direktorat Treasury & Global Services BRI (2017).

Pada 2013, ia juga ditunjuk sebagai BRISat Project Manager sekaligus Satellite Mission Director saat peluncuran BRISat pada Juni 2016. Hexana merupakan lulusan Universitas Airlangga dengan gelar sarjana hukum pada 1986. Ia juga memegang gelar MBA untuk International Business dari Monash Mt. Eliza Business School di Monash University, Melbourne, Australia pada 1986.

Penunjukkan Hexana Dirut Jiwasraya tergolong mengejutkan lantaran Asmawi baru ditunjuk sebagai dirut Jiwasraya pada 18 Mei 2018. Di masa kepemimpinan Asmawi, masalah tekanan likuiditas sehingga membuat perseroan menunda klaim ke nasabah, terutama produk Bancassurance.

Baca juga : Ini rekam jejak Hexana Tri Sasongko, direktur utama baru Jiwasraya

Jiwasraya saat ini tengah menghadapi tekanan likuiditas. Alhasil penyedia asuransi jiwa ini menunda pembayaran polis jatuh tempo yang dipasarkan bank (bancassurance) yang sedianya jatuh tempo pada bulan Oktober.

Kasus polis macet ini terungkap dari surat Jiwasraya pada bank agen pemasar asuransinya, salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Jiwasraya bersama pemegang saham akirnya mengupayakan pendanaan untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Salah satu polis jatuh tempo tersebut adalah asuransi jiwa berbalut investasi yang mereka sebut saving plan hasil kerja sama dengan sejumlah bank sebagai agen penjual. Atas keterlambatan pembayaran pada bank, Jiwasraya memutuskan untuk memberikan bunga 5,75 persen per tahun

Menteri BUMN Rini Soemarno pun telah memerintahkan agar dilakukan audit investigatif terhadap Jiwasraya. Kementerian BUMN ingin melihat kinerja keuangan sekaligus nasabah-nasabah perseroan.

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *