Bank Indoneisa

Isu.co.id – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan. Langkah ini sesuai dengan ekspektasi pasar.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 3,5%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%,” sebut Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan BI 7 Day Reverse Repo Rate bertahan di 3,5%. Seluruh institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus sepakat bulat soal itu, tidak ada dissenting opinion.

Demikian pula konsensus versi Reuters. Bedanya, 23 dari 24 institusi dalam konsensus yang dihimpun Reuters menyebut bunga acuan akan tetap. Artinya, ada satu yang berbeda pendapat.

Saat ini, menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menjadi fokus utama MH Thamrin. Di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), rupiah masih melemah lebih dari 2% secara point-to-point sejak akhir 2020 (year-to-date).

“Kami memperkirakan suku bunga acuan tetap stabil. Bank sentral akan bermain aman untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” sebut Anthony Kevin, Ekonom Mirae Asset.

Ke depan, lanjut Kevin, risiko tekanan terhadap rupiah masih tinggi seiring nada (tone) bank sentral AS yang kian hawkish. Dalam nota rapat (minutes of meeting) edisi Juli 2021, Ketua Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega semakin berani menyebut soal pengurangan stimulus moneter (tapering off). 

Pengurangan stimulus moneter akan membuat pasokan dolar AS tidak melimpah seperti sekarang sehingga nilai tukarnya menguat. “Ini akan menjadi risiko bagi rupiah hingga akhir tahun,” tambah Kevin.

Source: CNBC Indonesia

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *