Isu.co.id – Penumpang pesawat boleh menggunakan tes Antigen sebagai syarat perjalanan udara.

Dengan demikian, masyarakat tak diwajibkan lagi menggunakan tes PCR untuk naik pesawat.

Kebijakan baru tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy dalam konferensi pers virtual terkait evaluasi PPKM dan libur Nataru, Senin (1/11/2021).

Muhadjir mengatakan, penumpang pesawat wilayah Jawa-Bali boleh menggunakan tes Antigen saja.

Sebelumnya, pemerintah hanya membolehkan penumpang pesawat menggunakan tes RT-PCR.

“Untuk perjalanan akan ada perubahan, yaitu untuk wilayah Jawa dan Bali, perjalanan udara tidak lagi mengharuskan menggunakan tes PCR, tetapi cukup menggunakan tes Antigen,” ujarnya, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Senin.

Ia menambahkan, perubahan dalam kebijakan pemerintah ini sesuai dengan usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian.

“Sama dengan yang sudah diberlakukan untuk wilayah luar Jawa-Bali, sesuai dengan usulan dari Bapak Mendagri,” tambah Menko PMK.

Sementara itu, terdapat kebijakan baru dari pemerintah, terutama untuk transportasi udara.

Berikut aturan di Jawa-Bali di PPKM Level 3 dan 4, seperti yang diberitakan Tribunnews.com sebelumnya:

1. Udara

– Kartu vaksin minimal dosis pertama

– Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam.

2. Laut

– Kartu vaksin minimal dosis pertama

– Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

3. Darat (Kendaraan pribadi atau umum)

– Kartu vaksin minimal dosis pertama

– Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

4. Penyeberangan

– Kartu vaksin minimal dosis pertama

– Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

5. Kereta Api antar Kota

– Kartu vaksin minimal dosis pertama

– Hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam atau Rapid Test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Source: tribune

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *