Isu.co.id РDirektur Utama PT Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid buka suara terkait dugaan keterlibatannya dalam bisnis tes PCR sejak awal pandemi covid-19. Tudingan itu datang dari eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto.
Indika Energy disebut-sebut terkait dengan bisnis PCR lewat Yayasan Indika untuk Indonesia yang memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Menurut Arsjad, Yayasan Indika untuk Indonesia adalah entitas terpisah dari Indika Energy. Meski terpisah, tetapi yayasan itu yang menjalankan seluruh program sosial perusahaan.

“Entitas terpisah, namun menjalankan program social impact group. Non profit organization,” ungkap Arsjad kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/11).

Untuk itu, Arsjad menekankan bahwa Indika Energy tak memiliki bisnis tes covid-19 atau test RT-PCR dengan memiliki saham di GSI. Namun, ia menyebut saham di GSI adalah milik Yayasan Indika untuk Indonesia.

“Indika Energy tidak memiliki (saham di GSI). Yayasan Indika untuk Indonesia yang memiliki,” jelas Arsjad.

Sebelumnya, eks Direktur YLBHI Agustinus Edy Kristianto menyebut beberapa pihak swasta terlibat dalam bisnis test RT-PCR. Selain Indika Energy, ada pula PT Adaro Energy Tbk.

Selain itu, Edy menyebut beberapa menteri juga terafiliasi dengan GSI. Edy juga mengaitkan GSI dengan Menteri BUMN Erick Thohir karena ada Yayasan Adaro Bangun Negeri sebagai salah satu pemilik saham GSI.

Yayasan Adaro Bangun Negeri disebut-sebut terafiliasi dengan Adaro Energy. Perusahaan itu dipimpin oleh saudara Erick, Boy Thohir.

Selain itu, Edy juga menyebut nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Menurutnya, Luhut terlibat lewat PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtra, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Source: cnn indonesia

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *