Isu.co.id – Penerapan sanksi tilang terhadap pengendara yang kendaraannya yang tidak lolos uji emisi resmi ditunda di wilayah DKI Jakarta.

Keputusan ini diambil dalam rapat yang digelar oleh Ditlantas Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, hingga Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Rapat tadi memutuskan penindakan dengan tilang ditunda,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan, Jumat (12/11).

Disampaikan Sambodo, ada beberapa alasan di balik keputusan penundaan sanksi tilang tersebut. Salah satunya yakni bengkel atau tempat uji emisi di Jakarta belum memadai.

Sambodo menerangkan setidaknya diperlukan 500 bengkel untuk sepeda motor dan 1.400 bengkel untuk mobil agar bisa mengakomodasi jumlah kendaraan di Jakarta.

Diketahui, uji emisi ini diwajibkan untuk kendaraan yang telah berusia di atas tiga tahun.

“Sambil itu berjalan maka pelaksanaan penindakan terhadap uji emisi gas buang masih kita tunda,” ucap Sambodo.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo sempat mengatakan bahwa sanksi tilang bagi pengemudi mobil dan motor di Jakarta yang tidak lulus emisi akan dimulai pada 13 November.

Diketahui, dasar hukum penilangan oleh kepolisian yakni Pasal 285 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda tilang untuk pengemudi motor sebesar Rp250 ribu. Sedangkan denda tilang buat pengemudi mobil Rp500 ribu yang merujuk pada Pasal 286.

Sementara itu, kewajiban lulus uji emisi ulang bagi mobil dan motor yang usianya lebih dari tiga tahun diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 6 Tahun 2020.

Source: cnn indonesia

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *