isu.co.id – Tak semua orang bisa tetap produktif di usia senja, apalagi tetap aktif menjalankan atau mengembangkan bisnis.

Namun sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) bisa tetap produktif menjaring cuan bisnis di usia senja. Salah satunya seperti usaha yang dijalani oleh Ch Derici Wasikem.

Perempuan yang akrab disapa Rici ini menjalani bisnis tas anyaman bambu dengan nama Rimanci Handbags. Agar tetap produktif, ia melibatkan beberapa kalangan masyarakat mulai dari ibu rumah tangga, penyandang disabilitas, hingga anak sekolah.

“Ini semua murni keinginan anak-anak tersebut. Mereka ingin kerja paruh waktu, membantu keluarganya, juga untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan uang jajan,” ujarnya seperti dikutip Kompas.com dari siaran pers Pertamina, Senin (15/11/2021).

“Dengan dikelilingi para anak muda ini, meski berumur hampir 60 tahun, jiwa saya tetap energik dan terus berasa muda,” sambungnya. Kini usaha Rimanci Handbags yang berada di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Rawas, Sumatera Selatan tersebut berkembang pesat.

Omzet yang didaoatkan Rici pun tidak sedikit yakni mencapai Rp 20 juta setiap bulan. Hal itu juga tak terlepas dari binaan Pertamina. Sebab sebelum dibina Pertamina pada 2017, omzet Rici hanya sekitar 7 juta per bulan. 

Selain Rici, Euis Rita Rosnita juga terus mencoba produkif di usianya yang sudah 52 tahun. Pemilik bisnis kebaya encim bordir Rita Rose Collection ini banyak memberdayakan anak muda terutama mereka yang putus sekolah.

“Melalui bisnis ini, saya ingin bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi para anak-anak yang kurang beruntung, putus sekolah agar mereka punya skill dan bisa lebih berkembang ke depannya nanti,” ujar Euis.

Salah satu UKM binaan Pertamina itu berharap, usahanya semakin berkembang agar lebih banyak menyediakan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan. Kini, omzet bisnis Euis juga semakin naik setelah menjadi binaan Pertamina. Dari semula Rp 20 juta per bulan menjadi sekitar Rp 30 juta per bulan.

Pjs. Vice President Corporate Communications Pertamina Heppy Wulansari mengatakan, upaya yang dilakukan para mitra binaan tersebut merupakan implementasi dari usaha berbasis sociopreneur.

“Yakni dengan melibatkan masyarakat sekitar baik anak muda maupun paruh baya untuk meningkatkan perekonomian dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui Program Program Pendanaan UMK (PUMK), Pertamina mengatakan ingin menghadirkan energi yang dapat menggerakkan roda ekonomi.

Source: kompas.com

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *