Jakarta, Isu.co.id – Bagi investor yang ingin melakukan diversifikasi portofolionya secara global, aplikasi investasi Pluang punya kabar baik. Pluang baru saja meluncurkan Saham AS Contract for Differences (CFD). Melalui opsi investasi ini, jutaan pengguna Pluang memungkinkan untuk berinvestasi di perusahaan AS ternama, termasuk Google, Apple, hingga Starbucks.

Co-Founder Pluang Claudia Kolonas mengatakan, pasar modal AS selalu menjadi pilihan pertama bagi perusahaan top dunia, termasuk Starbucks, Nike, McDonalds, dan tentu saja, perusahaan teknologi FAANG (Facebook, Amazon, Apple, Netflix, Google), untuk membuka akses sahamnya kepada publik.

‚ÄúSekarang, pengguna kami dapat berinvestasi di perusahaan-perusahaan ini hanya dengan tiga klik di aplikasi Pluang,” ujar Claudia dalam siaran pers, Rabu (9/2).

Lewat CFD, pengguna Pluang dapat berinvestasi dalam pecahan saham AS mulai dari US$ 5 tanpa biaya transaksi ataupun biaya penarikan. Produk CFD masih menjadi satu-satunya cara yang sah bagi investor ritel domestik untuk berinvestasi di saham AS.

Pluang menawarkan CFD dengan rasio lindung nilai 1:1. Tak hanya itu, pengguna masih berkesempatan menerima dividen atas saham yang mereka investasikan dan mendapatkan manfaat yang sama seperti berinvestasi langsung di pasar saham AS. Pengguna juga bisa mulai berinvestasi di saham AS mulai dari 0,1 lembar saham saja.

Investor juga tidak perlu khawatir dengan keamanan berinvestasi Saham AS CFD di Pluang. Sebab, dalam penawaran Saham AS CFD, Pluang bekerja sama dengan PT PG Berjangka, sebuah perusahaan pialang berjangka Indonesia yang telah memperoleh izin Penyaluran Amanat Nasabah ke bursa Luar Negeri (PALN) dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Bappebti).

Seluruh transaksi saham AS CFD di Pluang juga dijamin dan difasilitasi oleh Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Diketahui, Pluang beberapa waktu lalu juga telah meluncurkan produk Micro e-mini S&P 500 Index Futures dan Micro e-mini NASDAQ100 Index Futures.

Menurut Pluang, pasar saham AS mengalami pertumbuhan kinerja dan kapitalisasi pasar yang pesat sejak pandemi Covid-19. Sebut saja Apple. Nilai saham raksasa teknologi yang didirikan Steve Jobs ini telah meningkat lebih dari 40% dalam setahun. Pertumbuhan ini didorong oleh derasnya permintaan akan produknya seiring maraknya kebijakan bekerja dari rumah (work from home) di seluruh dunia.

Selain itu, tiga indeks saham utama di AS yakni Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan NASDAQ Composite juga dikenal sebagai indeks saham yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Indeks S&P 500, misalnya, memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 39 triliun per Oktober 2021.

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *