Jakarta, Isu.co.id – Holding BUMN Perasuransian dan Penjaminan atau Indonesia Financial Group (IFG) meresmikan lembaga think thank IFG Research Institute, yang diberi nama IFG Progress. Tujuannya memberikan sumbangsih pemikiran kepada regulator dan stakeholder untuk menata dan mengawasi industri jasa keuangan.

Direktur Utama IFG, Robertus Billitea menjelaskan bahwa IFG perlu memaksimalkan kontribusi bagi perekonomian nasional, khususnya dalam penguatan literasi industri jasa keuangan. “Hari ini kami luncurkan IFG riset institute dan diharapkan bisa memberikan inovasi lain untuk memajukan perekonomian Indonesia, khususnya untuk industri jasa keuangan,” tuturnya dalam peluncuran IFG Progress, Rabu (28/4/2021).

Baca Juga: Aset Holding Perasuransian dan Penjaminan IFG Progress Rp 72,5 Triliun

Ia mengatakan bahwa program IFG Progress akan fokus pada primary riset dan secondary riset terkait isu-isu yang mengemuka di industri jasa keuangan. Selain itu, memfasilitasi forum diskusi antarpakar di industri jasa keuangan untuk memberikan edukasi kepada berbagai pihak termasuk stakeholder, penegak hukum dan regulator. Tujuannya, menciptakan iklim industri jasa keuangan semakin sehat dan bermanfaat bagi publik dan mendukung reformasi di BUMN.

Robertus mengatakan, salah satu fokus IFG adalah menyelamatkan dana 3 juta pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya. Menurutnya penyelesaian masalah pemegang polis ini menjadi penting. “Kenapa ini jadi penting bagi kami? Sebab resolusi terhadap Jiwasraya mengedepankan penyelamatan kepada 3 juta pemegang polis,” kata dia

Menurutnya hingga saat ini proses restrukturisasi terhadap para nasabah terus dilakukan dengan pola penyelamatan yang didasari Undang-Undang Nomor 9 tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan. “Restrukturisasi masif sedang dilakukan dengan pola penyelamatan meminjam model bridge bank yang dia punya dalam UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Keuangan diberikan kewenangan ke LPS,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Penasihat IFG Progress Agus Martowardojo mengatakan bahwa pertimbangan pembentukan lembaga ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan industri keuangan yang kuat dan berdaya saing tinggi baik di lingkup nasional maupun kancah global.

Dia mengatakan bahwa pembentukan IFG Progress juga tak lepas dari kondisi yang terjadi di industri asuransi pasca-terjadinya kasus pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero). “Kita melihat bagaimana perusahaan asuransi dan penjaminan di lingkungan BUMN sekarang sudah dibangun holding company untuk asuransi dan penjaminan, dan kita tentu semua terpanggil untuk bangun industri asuransi penjaminan yang baik dan betul betul kredibel dan nantinya bisa tumbuh kesinambungan,” tegasnya.

Avatar

By admin

Your reaction

NICE
SAD
FUNNY
OMG
WTF
WOW

React with gif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *