Gaya HidupRagamTips dan Edukasi

Ruang Terbuka Hijau, Kunci Kota yang Sehat dan Nyaman Dihuni

isu.co.id
×

Ruang Terbuka Hijau, Kunci Kota yang Sehat dan Nyaman Dihuni

Sebarkan artikel ini
ruang terbuka hijau kota
Ruang terbuka hijau kota

Kota modern identik dengan kemajuan dan hiruk pikuk aktivitas manusia. Gedung-gedung tinggi, jalan raya yang padat, serta pusat perbelanjaan megah menjadi wajah khas urbanisasi. Namun di balik kemegahan itu, banyak kota mulai kehilangan sisi alaminya. Udara semakin panas, polusi meningkat, dan masyarakat semakin jauh dari alam. Seperti dilansir dari dlhprobolinggo.id, di sinilah peran ruang terbuka hijau (RTH) menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai pelengkap tata kota, tetapi juga sebagai penyeimbang ekologi dan sumber kesehatan bagi masyarakat.

Menyegarkan Kota yang Padat

Ruang terbuka hijau berfungsi seperti paru-paru bagi kota. Pepohonan, taman, dan vegetasi hijau mampu menyerap karbon dioksida, mengurangi polutan, dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk kehidupan. Di kota besar, di mana emisi kendaraan dan aktivitas industri begitu tinggi, peran ini menjadi sangat vital.

Selain memperbaiki kualitas udara, keberadaan RTH juga mampu menurunkan suhu lingkungan. Daun dan pepohonan bekerja seperti pendingin alami dengan cara menyerap panas dan melepaskan uap air ke udara. Karena itu, kawasan dengan banyak taman cenderung lebih sejuk dan nyaman dibandingkan wilayah yang didominasi beton dan aspal.

Bahkan, sejumlah studi menunjukkan bahwa peningkatan vegetasi di area perkotaan bisa menurunkan efek “pulau panas”, kondisi di mana suhu di kota jauh lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Hal ini penting untuk menciptakan kota yang lebih ramah iklim dan nyaman dihuni.

Ruang Hijau untuk Kesehatan Warga

Kota yang sehat bukan hanya dilihat dari infrastrukturnya, melainkan dari kesehatan warganya. Ruang terbuka hijau menyediakan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas fisik seperti berjalan, bersepeda, atau berolahraga ringan. Aktivitas tersebut membantu menjaga kebugaran, menurunkan risiko penyakit kronis, serta memperkuat sistem imun.

Selain manfaat fisik, interaksi dengan alam juga membawa dampak positif bagi mental. Pemandangan hijau, udara segar, dan suara alam membantu meredakan stres serta meningkatkan konsentrasi. Banyak penelitian menunjukkan bahwa orang yang sering menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau memiliki tingkat kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang bersentuhan dengan alam.

Tak hanya bagi orang dewasa, anak-anak juga mendapat manfaat besar dari ruang hijau. Bermain di taman membantu mereka berinteraksi sosial, mengenal alam, serta mengembangkan kemampuan motorik secara alami. Ruang hijau pada akhirnya menjadi tempat tumbuh dan belajar yang mendukung kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.

Trending :
HP Gaming Harga 2 Jutaan yang Worth It Dibeli

Menghidupkan Kembali Fungsi Sosial Kota

Lebih dari sekadar tempat rekreasi, ruang terbuka hijau juga memiliki fungsi sosial yang kuat. Taman dan area publik menjadi ruang pertemuan antarwarga, tempat di mana orang dari berbagai latar belakang bisa berinteraksi tanpa batas.

Di tengah kehidupan kota yang cenderung individualistis, ruang hijau menghadirkan suasana kebersamaan. Banyak kegiatan komunitas, seperti senam pagi, bazar, atau kegiatan budaya, digelar di taman kota. Interaksi seperti ini mempererat hubungan sosial dan menciptakan rasa memiliki terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, taman yang terawat dengan baik juga bisa menjadi identitas dan kebanggaan kota. Contohnya, Taman Bungkul di Surabaya yang berhasil menjadi simbol ruang publik yang inklusif, atau taman-taman tematik di Bandung yang menonjolkan kreativitas warga lokal. Semua ini menunjukkan bahwa ruang hijau bukan hanya ruang fisik, tapi juga bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Menjaga Keseimbangan Ekologis

Dari sisi ekologi, ruang terbuka hijau memiliki fungsi yang sangat penting. Akar tanaman membantu menjaga daya serap air tanah, mengurangi risiko banjir, serta mencegah erosi. Vegetasi juga menjadi habitat bagi burung, serangga, dan berbagai makhluk hidup lain yang menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan.

Selain itu, ruang hijau berperan dalam menjaga kualitas tanah dan air. Tumbuhan menyaring partikel polutan dan zat berbahaya dari air hujan sebelum masuk ke saluran air kota. Dengan begitu, keberadaan taman dan area hijau turut membantu menjaga kebersihan lingkungan secara alami.

Kota yang memiliki sistem ruang hijau terencana dengan baik akan lebih tahan terhadap perubahan iklim. Saat curah hujan ekstrem atau suhu meningkat, area hijau membantu menstabilkan kondisi lingkungan dan melindungi warga dari dampak bencana lingkungan.

Tantangan dalam Pengembangan Ruang Terbuka Hijau

Sayangnya, pembangunan RTH di banyak kota masih menghadapi kendala. Tekanan urbanisasi membuat lahan hijau terus berkurang karena kebutuhan pembangunan ekonomi. Lahan yang seharusnya menjadi taman sering beralih fungsi menjadi kawasan komersial atau permukiman padat.

Trending :
PT Amanah Barokah Haramain Mantapkan Komitmen Umrah Amanah melalui Manasik Akbar di Pasir Putih Situbondo

Selain keterbatasan lahan, masalah pengelolaan juga menjadi tantangan. Banyak taman kota yang tidak terawat, fasilitas rusak, atau kurang aman bagi pengunjung. Hal ini membuat masyarakat enggan datang dan akhirnya ruang hijau kehilangan fungsinya.

Masalah lainnya adalah rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ruang hijau. Masih sering dijumpai pengunjung yang membuang sampah sembarangan atau merusak fasilitas publik. Padahal, keberhasilan ruang terbuka hijau bergantung pada partisipasi aktif warga dalam menjaganya.

Solusi Menuju Kota yang Lebih Hijau

Untuk mengembalikan keseimbangan ekologi dan kesehatan kota, dibutuhkan langkah konkret dari semua pihak. Pemerintah harus memastikan proporsi ruang terbuka hijau minimal 30% dari luas wilayah kota sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Selain membangun taman baru, optimalisasi ruang yang sudah ada juga penting. Jalur hijau di sepanjang trotoar, taman vertikal di gedung, serta program penghijauan di lingkungan permukiman dapat menjadi solusi kreatif di tengah keterbatasan lahan.

Kolaborasi masyarakat dan sektor swasta juga perlu diperkuat. Program “adopsi taman”, urban farming, atau gerakan menanam pohon di lingkungan sekitar bisa mendorong kesadaran kolektif. Ketika warga merasa memiliki, mereka akan lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Selain itu, pendidikan lingkungan sejak dini sangat penting agar generasi muda tumbuh dengan kesadaran mencintai alam. Sekolah-sekolah bisa menjadikan taman kota sebagai ruang belajar terbuka, tempat anak-anak belajar langsung tentang ekosistem dan keberlanjutan.

Kota yang Sehat Dimulai dari Alam yang Hidup

Kesehatan kota tidak hanya bergantung pada teknologi atau infrastruktur modern, melainkan juga pada keseimbangan dengan alam. Ruang terbuka hijau memberi kehidupan baru bagi kota, menyejukkan udara, menenangkan pikiran, dan mempererat hubungan antarwarga.

Kita mungkin tidak bisa menghentikan laju urbanisasi, tetapi kita bisa memastikan bahwa pembangunan tetap berpihak pada alam. Dengan menjaga dan memperluas ruang terbuka hijau, kita sedang menanam harapan untuk masa depan kota yang lebih bersih, sehat, dan layak dihuni bagi generasi berikutnya.

error: