Isu.co.id Besuki-Situbondo, Jawa Timur – Sabtu, 14 Maret 2026 — Ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) pada segmen Paiton, Kabupaten Probolinggo hingga Suboh, Kabupaten Situbondo mulai difungsionalkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Pembukaan jalur tol secara terbatas tersebut sekaligus menandai mulai beroperasinya Exit Tol Situbondo Barat yang menjadi akses baru bagi pengguna jalan di wilayah Pantura Jawa Timur.

Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan lapangan Tim Awak Media Siti Jenar Group Multimedia, ruas tol sepanjang kurang lebih 50 kilometer tersebut mulai dibuka secara fungsional sejak Sabtu, 14 Maret hingga 29 Maret 2026 dengan jam operasional terbatas setiap harinya.
Pembukaan jalur tol tersebut dilakukan sebagai langkah untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama Pantura yang selama ini menjadi salah satu jalur paling padat saat musim mudik Lebaran.
Dalam kegiatan peninjauan lapangan, sejumlah pihak turut memastikan kesiapan jalur tol tersebut, di antaranya Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB Dapil Jawa Timur III, HM Nasim Khan, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuar Sidiqie, serta Direktur PT Jasamarga Probolinggo–Banyuwangi, Adi Prasetyo.
Peninjauan dilakukan dengan menempuh jalur dari kawasan Paiton hingga keluar melalui Gerbang Tol Situbondo Barat guna melihat secara langsung kesiapan badan jalan serta fasilitas pendukung lainnya.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Nasim Khan menyampaikan bahwa secara umum kondisi ruas tol yang dibuka secara fungsional tersebut sudah cukup layak digunakan masyarakat.
“Alhamdulillah pada hari pertama jalur tol ini sudah bisa difungsionalkan. Kami sudah melihat langsung perjalanan dari Paiton hingga keluar di Exit Tol Situbondo Barat. Secara umum kondisinya sudah cukup layak meskipun masih bersifat fungsional,” ujarnya.
Digratiskan Selama Masa Fungsional:
Selama masa pengoperasian fungsional, masyarakat yang melintasi ruas tol Gending–Paiton hingga Suboh Situbondo tidak dikenakan tarif atau digratiskan. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun arus balik Lebaran.
Keberadaan jalur tol ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi pengguna jalan sehingga dapat mengurangi kepadatan kendaraan di jalur nasional Pantura.
“Penggunaan tol ini gratis selama masa operasional fungsional. Tujuannya untuk membantu kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran,” jelas Nasim Khan.
Arus Kendaraan Hari Pertama Masih Normal:
Hasil pemantauan Tim Awak Media Siti Jenar Group Multimedia di kawasan Exit Tol Situbondo Barat menunjukkan bahwa pada hari pertama pembukaan jalur fungsional, arus kendaraan masih relatif lancar.
Diperkirakan peningkatan volume kendaraan akan mulai terjadi ketika masa libur kerja menjelang Idulfitri dimulai.
“Pada hari pertama ini kendaraan yang keluar melalui Exit Tol Situbondo Barat masih terlihat lancar. Kemungkinan akan mulai ramai ketika para pegawai kantor sudah mulai libur kerja Idulfitri,” ungkap Nasim Khan.
Ia juga memprediksi bahwa Exit Tol Situbondo Barat akan menjadi salah satu titik pertemuan arus kendaraan pemudik dari arah timur maupun barat.
Panorama Alam Jadi Daya Tarik:
Selain berfungsi sebagai jalur transportasi yang mempercepat mobilitas perjalanan, ruas tol Prosiwangi juga menawarkan panorama alam yang cukup menarik.
Sepanjang perjalanan dari Paiton hingga Situbondo Barat, pengendara dapat menikmati pemandangan laut di satu sisi serta hamparan pegunungan di sisi lainnya.
“Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi ini memiliki panorama yang sangat unik. Di satu sisi terlihat laut dan di sisi lainnya terlihat pegunungan. Ini bisa menjadi salah satu jalan tol dengan pemandangan paling indah di Indonesia,” kata Nasim Khan.
Progres Pembangunan Capai 98 Persen:
Sementara itu, Direktur PT Jasamarga Proyek Jalan Tol Prosiwangi Adi Prasetyo menjelaskan bahwa progres pembangunan ruas tol tersebut saat ini telah mencapai 98 persen.
Menurutnya, sisa pekerjaan yang masih dilakukan hanya berkaitan dengan penyelesaian drainase dan pemasangan pagar pengaman, sedangkan badan jalan utama telah siap digunakan.
“Untuk kelayakan fungsional sudah dinyatakan layak oleh kementerian terkait. Rambu-rambu lalu lintas juga sudah dipasang. Progres proyek sudah mencapai 98 persen dan yang tersisa sekitar 2 persen yaitu drainase dan pagar,” jelasnya.
Data Lalu Lintas Awal:
Berdasarkan data sementara dari pengelola jalan tol, aktivitas kendaraan mulai terlihat sejak pagi hari. Dalam rentang waktu pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, tercatat sekitar 180 kendaraan keluar melalui Exit Tol Situbondo Barat dan sekitar 200 kendaraan masuk ke jalur tol tersebut.
Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat mendekati puncak arus mudik Lebaran.
Jam Operasional Tol Fungsional:
Selama masa pengoperasian sementara ini, ruas tol hanya dibuka dalam waktu terbatas setiap harinya guna menjaga keamanan pengguna jalan.
“Pengoperasian fungsional dilakukan mulai tanggal 14 hingga 29 Maret 2026 dengan jam operasional dari pukul 06.00 pagi hingga 16.00 sore,” terang Adi Prasetyo.
Dengan dibukanya ruas tol tersebut secara fungsional, diharapkan mobilitas masyarakat di wilayah Pantura Jawa Timur, khususnya di kawasan Tapal Kuda, dapat menjadi lebih lancar dan efisien selama momentum mudik Lebaran.

Liputan dan pemantauan langsung Tim Awak Media Siti Jenar Group Multimedia mencatat bahwa difungsionalkannya Exit Tol Situbondo Barat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat konektivitas transportasi serta mengantisipasi lonjakan arus kendaraan pada Lebaran 2026.
(Redaksi / Tim Biro Siti Jenar Group Multimedia)












