Berita

Tol Probolinggo-Besuki Rampung 100 Persen, Mengapa Belum Dibuka untuk Publik?

Redaksi
×

Tol Probolinggo-Besuki Rampung 100 Persen, Mengapa Belum Dibuka untuk Publik?

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO — Pertanyaan mengenai kapan Jalan Tol Probolinggo–Besuki dapat digunakan masyarakat kembali mengemuka setelah pekerjaan konstruksi ruas tersebut dinyatakan rampung. Di tengah tingginya harapan masyarakat Tapal Kuda terhadap kehadiran jalur bebas hambatan ini, pengoperasiannya ternyata masih menunggu sejumlah tahapan penting.

Kondisi tersebut menegaskan satu hal: selesainya pembangunan fisik jalan tol belum otomatis berarti jalan tersebut dapat langsung dibuka dan digunakan secara umum.

Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Kementerian Pekerjaan Umum memberikan penjelasan mengenai perkembangan terbaru pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi atau yang dikenal sebagai Prosiwangi.

Untuk Seksi 1 dan Seksi 2, ruas sepanjang sekitar 24 kilometer dari Suko hingga Kraksaan telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi. Bahkan, kedua seksi tersebut telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO).

Namun demikian, pengoperasian secara komersial masih belum dapat dilakukan.

Ada beberapa tahapan yang masih harus dituntaskan, termasuk penyempurnaan pada Simpang Susun Gending, yang menjadi titik penting penghubung antara Jalan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Jalan Tol Prosiwangi.

Bukan Lagi Soal Pembangunan Jalan

Pernyataan Kementerian PU tersebut sekaligus memberikan gambaran bahwa tantangan pada ruas yang konstruksinya telah selesai kini bukan lagi semata-mata persoalan membangun badan jalan.

Tahapan berikutnya justru berkaitan dengan memastikan seluruh infrastruktur benar-benar memenuhi standar keselamatan, teknis dan kelayakan fungsi sebelum dibuka untuk kendaraan masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya pada Jumat petang (7/8/2026) menyebut pembangunan jalan tol memiliki arti strategis bagi konektivitas wilayah sekaligus penguatan fondasi ekonomi nasional.

“Saat ini, seksi 1 dan seksi 2 dari Suko hingga Kraksaan telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO),” terang Dody.

Dengan status tersebut, Seksi 1 dan Seksi 2 memang telah mencapai tahapan penting. Namun, masih terdapat bagian dari sistem jalan tol yang harus disempurnakan sebelum pengoperasian komersial dilakukan.

Simpang Susun Gending Menjadi Salah Satu Kunci

Salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah Simpang Susun Gending.

Posisi simpang susun tersebut sangat strategis karena menjadi penghubung antara Tol Pasuruan–Probolinggo dengan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Kesiapan titik penghubung tersebut menjadi bagian penting dari keseluruhan sistem konektivitas. Sebab, jalan tol tidak berdiri sebagai infrastruktur yang terpisah, melainkan merupakan bagian dari jaringan yang harus saling terhubung dan berfungsi secara aman.

Trending :
BPOM dan PT Bunga Amerta Kosmetindo Bereaksi Keras atas Dugaan Pemalsuan Legalitas Produk Kosmetik Fallin Beauty

Karena itu, meskipun konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 telah rampung serta SLO telah diperoleh, pengoperasian komersial tetap menunggu penyempurnaan pada simpang susun tersebut.

Artinya, masyarakat tidak cukup hanya melihat apakah permukaan jalan sudah selesai dibangun. Di balik jalan yang terlihat telah rampung, terdapat rangkaian persyaratan teknis dan keselamatan yang harus dipastikan sebelum kendaraan diperbolehkan melintas secara resmi.

Tim ULFO Masih Menemukan Aspek yang Harus Diperbaiki

Persoalan lainnya terdapat pada hasil pemeriksaan Uji Laik Fungsi Operasi atau ULFO.

Kementerian PU menyebutkan bahwa Tim ULFO masih menemukan sejumlah aspek utama yang memerlukan penyempurnaan.

Temuan tersebut menjadi dasar bagi proses perbaikan sebelum izin pengoperasian resmi dapat diterbitkan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tim ULFO menemukan sejumlah aspek utama yang memerlukan penyempurnaan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol,” kata Dody.

Dengan demikian, proses yang berlangsung saat ini dapat dipahami sebagai tahapan verifikasi akhir untuk memastikan jalan tol benar-benar siap digunakan, bukan sekadar siap secara fisik.

Seksi Paiton-Besuki Masih Jalani ULFO

Sementara itu, perkembangan berbeda terjadi pada Seksi 3 yang berada di koridor Paiton–Besuki.

Kementerian PU menyatakan bahwa seksi tersebut saat ini masih menjalani proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO).

Tahapan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mempercepat konektivitas koridor timur Pulau Jawa sekaligus memastikan kesiapan ruas sebelum masuk ke tahap pengoperasian.

Seksi Paiton–Besuki sendiri menjadi bagian yang sangat dinantikan masyarakat di kawasan Situbondo dan sekitarnya. Kehadiran ruas tersebut diharapkan mampu membuka akses transportasi yang lebih efisien serta memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi di kawasan Tapal Kuda.

BUJT Harus Menuntaskan Seluruh Rekomendasi

Sebagai badan usaha jalan tol, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan dan menyelesaikan rekomendasi yang diberikan.

Kementerian PU menyampaikan bahwa BUJT telah berkomitmen segera menuntaskan seluruh rekomendasi perbaikan, khususnya yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan teknis.

Hal tersebut menjadi syarat penting sebelum izin pengoperasian resmi diberikan.

Trending :
Inspektorat Situbondo Diminta Serius Tindaklanjuti Dugaan Jual-beli Proyek DD

Sebab, ketika jalan tol telah dibuka, tanggung jawab terhadap keselamatan pengguna jalan menjadi hal yang tidak dapat ditawar.

Karena itu, percepatan pengoperasian tetap harus berjalan beriringan dengan pemenuhan seluruh standar teknis dan keselamatan.

Harapan Besar untuk Ekonomi Tapal Kuda

Di balik proses teknis tersebut, terdapat harapan besar masyarakat terhadap kehadiran Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Kementerian PU menilai kehadiran tol ini akan meningkatkan konektivitas kawasan Tapal Kuda, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong efisiensi distribusi logistik di Jawa Timur.

Jalan tol juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan jaringan transportasi yang menghubungkan wilayah-wilayah di koridor timur Jawa.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan tol tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” ujar Dody.

Pernyataan tersebut memperlihatkan besarnya posisi strategis Prosiwangi dalam pembangunan konektivitas Jawa Timur.

Namun, sebelum manfaat tersebut benar-benar dirasakan masyarakat, seluruh tahapan menuju pengoperasian harus terlebih dahulu diselesaikan.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai mengapa tol belum dibuka meskipun pembangunan telah rampung 100 persen memiliki jawaban yang cukup jelas.

Untuk Seksi 1 dan Seksi 2 Suko–Kraksaan, pekerjaan konstruksi telah selesai dan SLO telah diperoleh. Tetapi pengoperasian komersial masih menunggu penyempurnaan Simpang Susun Gending serta penyelesaian sejumlah rekomendasi hasil pemeriksaan.

Sedangkan Seksi 3 Paiton–Besuki masih menjalani proses ULFO.

Jadi, 100 persen rampung secara konstruksi bukan berarti 100 persen siap secara keseluruhan untuk dioperasikan.

Masih ada proses pemeriksaan, penyempurnaan teknis, pemenuhan aspek keselamatan dan kesiapan konektivitas yang harus dituntaskan.

Bagi masyarakat Tapal Kuda, kondisi tersebut tentu berarti harus kembali bersabar menunggu. Namun di sisi lain, proses tersebut menjadi bagian penting agar ketika Tol Prosiwangi akhirnya dibuka, ruas yang telah lama dinantikan tersebut benar-benar siap digunakan dengan standar keselamatan dan kelayakan operasi yang dipersyaratkan.

Keterangan fhoto: Tol Probolinggo-Besuki Sudah Rampung, Kenapa Belum Dibuka? Ini Penjelasan Lengkap Dari Kementerian PU

Setelah seluruh rekomendasi diselesaikan dan persyaratan pengoperasian terpenuhi, izin resmi menjadi tahapan terakhir sebelum masyarakat dapat menikmati konektivitas baru melalui koridor Tol Probolinggo–Banyuwangi.

(Red/Tim-Biro Sitijenar Group Multimedia)