BeritaPeristiwaUncategorized

SITI JENAR Soroti Pentingnya Verifikasi Fakta di Balik Ramainya Isu Limbah Pantai Tampora

Redaksi
×

SITI JENAR Soroti Pentingnya Verifikasi Fakta di Balik Ramainya Isu Limbah Pantai Tampora

Sebarkan artikel ini

SITUBONDO – Ramainya isu dugaan pembuangan limbah industri ke laut di kawasan Pantai Tampora, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, dalam beberapa hari terakhir kembali menjadi pengingat pentingnya verifikasi fakta sebelum sebuah informasi diterima sebagai kebenaran.

Keterangan fhoto: Turun Langsung ke Beberapa Titik Lokasi, SITI JENAR Ajak Publik Bedakan Fakta dan Opini Soal Limbah Di Pantai Tampora Banyuglugur

Isu yang berkembang melalui berbagai video dan pemberitaan tersebut telah memicu perhatian luas masyarakat. Tidak sedikit yang kemudian menyimpulkan telah terjadi pencemaran lingkungan dalam skala besar, bahkan sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari instansi yang memiliki kewenangan.

Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Investigasi Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran (SITI JENAR) melakukan penelusuran langsung ke lapangan guna memastikan kondisi yang sebenarnya. Investigasi dipimpin langsung oleh Ketua Umum LSM SITI JENAR, Eko Febrianto, pada Jumat (19/06/2026) sejak pagi hingga menjelang petang.

Menurut Eko, salah satu persoalan terbesar di era digital saat ini adalah semakin cepatnya informasi menyebar dibanding proses verifikasi terhadap informasi itu sendiri.

“Ketika sebuah video viral, masyarakat cenderung langsung membentuk kesimpulan. Padahal belum tentu informasi yang beredar menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Karena itu kami memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan fakta yang sesungguhnya,” ujar Eko.

Investigasi dilakukan dengan menyisir sejumlah titik yang selama ini disebut dalam berbagai informasi yang beredar. Tim melakukan pengecekan di kawasan Pantai Tampora, area pesisir, kawasan mangrove, hingga sejumlah lokasi yang disebut-sebut sebagai titik pembuangan limbah ke laut.

Tidak hanya itu, tim juga bergerak hingga ke area perairan untuk melihat secara langsung kondisi laut di sekitar lokasi yang menjadi perhatian publik.

Dari hasil investigasi yang dilakukan selama hampir seharian penuh tersebut, tim mengaku tidak menemukan adanya aktivitas pembuangan limbah aktif ke laut sebagaimana yang digambarkan dalam sejumlah video yang viral beberapa hari terakhir.

Tim juga tidak menemukan kondisi yang identik dengan narasi yang berkembang di media sosial mengenai adanya pembuangan limbah industri secara besar-besaran ke perairan Pantai Tampora.

“Kami melakukan pengecekan langsung di sejumlah titik yang disebut dalam berbagai informasi yang beredar. Namun sampai investigasi selesai dilakukan, kami tidak menemukan aktivitas pembuangan limbah aktif sebagaimana yang ramai diperbincangkan,” jelasnya.

Trending :
Rapat Panas di DPRD Situbondo, LSM SITI JENAR Protes Rekomendasi Stockpile Sawdust

Meski demikian, investigasi tersebut menghasilkan sejumlah temuan lapangan yang kemudian dicatat oleh tim sebagai bagian dari hasil penelusuran.

Salah satu temuan tersebut berada di kawasan Hutan Mangrove Perhutani yang berbatasan langsung dengan Pantai Tampora, tepatnya di Petak 33C, 34A, 41A dan 41B RPH Taman Barat BKPH Taman.

Di lokasi tersebut terdapat dua jalur pipa yang diketahui merupakan milik PT FUYUAN BIOTEKNOLOGI dan PT GREEN ONE.

Keterangan Fhoto: PETA PERSETUJUAN
PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN
OLEH PT. FUYUAN
BIOLOGI TECHNOLOGY
UNTUK INDUSTRI SELAIN
INDUSTRI PRIMER HASIL HUTAN.yang diterbitkan oleh Depren (Departemen Perencanaan) Perum Perhutani.

Tim kemudian melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi kedua saluran tersebut.

Dari hasil pengecekan, ditemukan adanya kebocoran pada pipa milik PT GREEN ONE yang mengeluarkan aliran air disertai busa berwarna putih dari salah satu titik saluran.

Temuan tersebut langsung didokumentasikan oleh tim sebagai bagian dari hasil investigasi lapangan.

Menurut Eko, temuan tersebut perlu mendapatkan perhatian dari instansi yang berwenang agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut melalui pendekatan teknis dan ilmiah.

“Temuan kebocoran ini tentu perlu ditindaklanjuti. Tetapi perlu kami tegaskan bahwa temuan tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai bentuk pelanggaran ataupun pencemaran. Harus ada pemeriksaan resmi yang dilakukan oleh pihak yang berkompeten,” katanya.

Selain melakukan investigasi lapangan, Tim SITI JENAR juga melakukan penelusuran terhadap kondisi perusahaan yang namanya dikaitkan dengan isu tersebut.

Tim mendatangi PT FUYUAN BIOTEKNOLOGI untuk melakukan konfirmasi sekaligus melihat kondisi perusahaan secara langsung.

Dari hasil penelusuran diketahui bahwa perusahaan tersebut saat ini dalam kondisi tidak beroperasi dan telah menghentikan aktivitas produksinya selama lebih dari satu bulan.

Menurut Eko, fakta tersebut menjadi bagian penting yang harus diketahui publik agar masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai persoalan yang sedang berkembang.

Tidak hanya itu, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap berbagai dokumen yang berkaitan dengan sistem pengelolaan limbah dan pembuangan air limbah ke laut.

Hasil penelusuran menunjukkan adanya dokumen Kajian Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah yang Dibuang ke Laut yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.

Dokumen tersebut diketahui diterbitkan pada tanggal 18 September 2023 dan berdasarkan hasil pemeriksaan tim dapat ditunjukkan dalam kondisi lengkap.

Trending :
Siang ini KPK Periksa Eks Dirut Perhutani Wahyu Kuncoro, Dalami Suap Pengelolaan Hutan Inhutani V Yang Melibatkan Dirut Inhutani V yang telah lebih dulu ditangkap

Menurut Eko, keberadaan dokumen tersebut menunjukkan bahwa setiap persoalan harus dilihat secara menyeluruh dan tidak boleh hanya berangkat dari satu potongan informasi semata.

“Investigasi yang baik harus melihat semua aspek. Lapangan diperiksa, dokumen diperiksa, pihak terkait dikonfirmasi, dan fakta diuji. Dengan cara itulah kita bisa memperoleh gambaran yang objektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Eko juga menyoroti berbagai video yang menjadi sumber utama berkembangnya polemik di tengah masyarakat.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pertanyaan mendasar yang belum mendapatkan penjelasan secara jelas kepada publik.

Mulai dari kapan video tersebut direkam, siapa yang merekam, di lokasi mana video diambil, hingga dalam konteks kegiatan apa dokumentasi tersebut dibuat.

“Informasi-informasi itu sangat penting. Karena tanpa konteks yang jelas, masyarakat bisa saja membangun kesimpulan yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” katanya.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan Tim Investigasi SITI JENAR, video yang saat ini kembali beredar luas diduga merupakan dokumentasi lama yang berkaitan dengan kegiatan pembersihan saluran pembuangan air limbah yang dilakukan beberapa tahun lalu.

Keterangan fhoto: Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan sistem pengelolaan limbah dan pembuangan air limbah ke laut.

Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Meski demikian, SITI JENAR tetap mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan secara terbuka dan menyeluruh guna memberikan kepastian kepada masyarakat.

“Kalau memang ada pelanggaran, tentu harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Tetapi kalau tidak ada pelanggaran, masyarakat juga harus mendapatkan penjelasan yang benar. Yang paling penting adalah fakta harus ditempatkan di atas segala bentuk opini,” tegas Eko.

Di akhir keterangannya, Eko mengajak masyarakat untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting mengenai pentingnya budaya verifikasi informasi di era digital.

Menurutnya, masyarakat yang kritis dan mampu memeriksa fakta akan lebih sulit menjadi korban informasi yang menyesatkan.

Keterangan fhoto: Tim juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah dokumen yang berkaitan dengan sistem pengelolaan limbah dan pembuangan air limbah ke laut.

“Jangan mudah percaya, jangan mudah menyebarkan, dan jangan mudah menyimpulkan. Periksa dulu faktanya. Karena kebenaran tidak ditentukan oleh seberapa viral sebuah informasi, tetapi oleh seberapa kuat fakta yang mendukungnya,” pungkasnya.

(Red/Tim Investigasi SITI JENAR Group Multimedia)